Bireuen, (ADC) – Warga Gampong Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireueun mengapresiasi kinerja geuchiek yang mengambil alih tanggung jawab Pemkab setempat, menyusul mulai lancarnya saluran kota yang sebelumnya berselemak dengan sampah serta kotoran manusia.
Menurut salah seorang warga Bireuen, Rahmad mengatakan, jika pembersihan itu, Kota Bireuen dikenal sangat jorok, menyusul saluran air atau drainase dalam kota dipenuhi dengan sampah plastik.
Seharusnya keberadaan dinas atau instansi yang harus bertaggung jawab terhadap kebersihan saluran, yang nyatanya mereka tidak perduli, meskipun pihaknya pernah melaporkan kepada Dinas Perumahan RakyaK, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan hidup Kabupaten Bireuen, maupun ke DPRK Bireuen, yang laporan tersebut angin lalu dan dengan alasan yang tidak mereka mengerti.
Namun pada awalnya, Dinas Perkim Bireuen pernah meresponnya dengan menurunkan petugas untuk membersihkan saluran di Jalan Jati. Tapi petugas tersebut akhirnya menyerah dengan alasan tidak tahan, karena bukan hanya sampah plastik, tapi bercampur pula dengan dengan kotoran.
Namun sejak Geuchiek Bandar Bireuen mengetahui jika tidak ada pihak yang bertanggung jawab terhadap saluran yang penuh dengan sampah, Ia pun segera menggerakkan Rotong Royong.
Jika saja Geuchiek tidak tanggap dipastikan selamanya mereka, kebanjiran setiap turun hujan lebat, yang diperparah dengan luapan air dalam saluran yang sampah serta disertai pula kotoran manusia yang meluap sampai ke jalan, yang akhirya masuk ke dalam pertokoan mereka.
Dikatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kenerja Geuchiek Bandar Bireuen, Adnan Adam yang cepat tanggap terhadap masalah yang dihadapi warganya maupun pedagang yang serta merta menggagas semangat gotong royong, yang didukung pula Camat Kota Juang Bireuen, Drs Jalaluddin, M.Si serta dibantu Babinsa desa setempat yang akhirnya, berhasil membebaskankan mereka dari genangan air yang berselemak sampah yang ada dalam saluran. “Hal ini, karena Pak Geuchien yang cepat tanggap,” ucpnya.
Sementara Geuchiek Bandar Bireuen, Adnan Adam kepada media ini mengakui, jika banyak saluran air dalam kota bireuen yang bermasalah, yang rata saluran tersumbat dengan berbagai kotoran, sehingga air buangan tidak berjalan dengan lancar, seperti di Jalan Jati dan di jalan Rel KA, dan kawasan lainya. “Sebenarnya itu, pembersihan saluran dalam kota bireuen, bukan tanggung jawa pihak desa, tapi ada dinas terkait yang lebih berwenang dalam pembersihan sendimen,”tegasnya tampa menyebut nama dinas yang menjadi penangggunag jawabnya.
Begitupun, pihaknya dengan bekerjasama dengan Camat kota Juang, Babinsa Bandar bireuen, masyarakat Desa Bandar dan para pemilik toko, termasuk Dinas PRKPLH Bireuen, permasalahan tentang saluran bisa teratasi, baru-baru ini, setelah dalam gotong royong tersebut membabat habis pohon-pohon Ara yang tumbuh subur dalam saluran, serta memotong kabel Telepon yang tidak berfungsi yang ada dalam gorong-gorong yang pada akhirnya, air bisa mengalir dengan lancar. Ujar Adnan
” Saya tidak mau, bila terjadi apa-apa, yang disalahkan aparat desa kami, padahal dinas terkait yang ada di Pemkab Bireuen yang harusnya bertanggungjawab, membersihkan saluran-saluran di Kota Bireuen. Akhirnya saya pun berkomitmen untuk menanggulangi keresahan warga maupun para pedagang dengan cara bergotong Royong bersama-sama,” ujar lagu Adnan.
Diutarakan, mau tidak mau demi kebersihan Kota Bireuen, pihaknya harus mengambil alih tanggung jawab Pemkab Bireuen untuk membersihkan saluran pembuang yang ada di Kota Bireuen.
Sebelumnya, saluran di Jalan Jati berfungsi sebagai saluran pembuang, yang menerima dampak dari air limbah dari pemiliik toko maupun pemilik ruko yang ada di Kota Bireuen. Tidak mengherankan jika saluran itu, berubah menjadi Tempat Pembuang Akhir (TPA).
Mengingat sampah yang terus bertumpuk dalam saluran air, sehingga mengesankan sangat jorok, apalagi setiap hujan lebat, dipastikan air limbah tersebut akan meluap yang mengenangi jalan di kawasan Jalan Jati. Imbuh Adnan Adam
Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bireuen, Ismunandar, ST, MT pernah menanggapi kepada media ini, beberapa waktu lalu. keluhan pemilik toko tentang sampah yang berselemak dalam saluran, maka pernah menurunkan petugas sampah waktu itu. Akhirnya pembersihan sampah dalam saluran harus dihentikan, mengingat pengakuan petugas, jika dalam saluran, banyak kotoran manusia yang bercampur baur dengan sampah plastik. (Maimun Mirdaz)




