Siapa Sesungguhnya Mafia Migor di Aceh

Kamis, 14 April 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Drum migor di Toko Penyalur Resmi, Pemerintah Aceh di Banda Aceh.

Drum migor di Toko Penyalur Resmi, Pemerintah Aceh di Banda Aceh.

Banda Aceh, (MA) – Hidup semakin sulit, kebutuhan pokok naik semakin tajam akibat naiknya BBM dan kelangkaan solar. Minyak goreng (Migor) harga melambung, malah kadang tidak tersedia di pasar. Mau beli yang kemasan tidak mampu. Kata seorang ibu bersama temannya, di Pasar Ulee Kareng Banda Aceh 14 April 2022.

Mendengar kegelisahan seperti itu semakin memilu hati kita, seakan kita perlu pertanyakan “benarkah minyak goreng jatuh ke tangan mafia”. Sehingga minyak goreng di pasar, harganya tidak terkendali hingga sekarang.. Sementara beberapa waktu lalu, reporter banyak berdiskusi dengan Kadis Disperindag Aceh dari pernyataannya berikut ini :

“Hari ini sudah saatnya kita melindungi masyarakat yang sangat kesusahan, pedagang sudah kita lindungi sebelum ini. Melalui media ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menghimbau :

“Para pedagang yang ingin mengambil migor dari penyalur kita, maka tetap menjual Rp 11.000/liter atau Rp 12.500/kilogram”. Pungkas Ir. Mohd Tanwier, MM selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh yang sudah pernah diangkat media ini.

BACA JUGA...  Ketua DPC PPWI Salbiah, Terima Gelar "Bunda Band" dari Musisi Aceh Tamiang

Merasa mendapat tugas mengawal migor, Reporter sebenarnya telah pernah berusaha terus menerus menghubungi Penyalur yang ditunjuk dinas yaitu Haji Ramli (sesuai petunjuk Kadis Disperindag Aceh). Namun berulang kali kami hubungi melalui hp, yang bersangkutan seperti kurang berkenan.

Melalui rekan pedagang lain, reporter menyampaikan agar menebus minyak goreng pada Ramli di Peunayong. Karena yang bersangkutan adalah orang yang diberi kepercayaan, untuk jadi Penyalur Minyak Goreng di Aceh. Untuk mendistribusikan migor di 4 kabupaten/kota, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang dan Pidie.

Melalui pedagang inilah Reporter mendapat info bahwa, Ramli yang dimaksud adalah pemilik Toko (IT) di Pasar Peunayong dan harga tebus Rp 15.000 / kg hampir sama jika jita beli di luar.. Kata beberapa pedagang.

BACA JUGA...  Aceh Butuh Pengusaha Pabrik Minyak Goreng

Harga ini jelas berbeda dengan yang ditetapkan Disperindag, menurut Kadis Disperindag “penyalur harus melepas ke pasar maksimal Rp 11.500 perkilogram”. Kata Kadis beberapa waktu lalu.

Masih penasaran atas 2 kondisi yang sangat kontra, reporter berusaha membeli sendiri ke Toko tersebut di Peunayong 13 April 2022.

Reporter membeli 2 kg minyak goreng dengan harga Rp 15.500 perkg, dan segera menyampai ke Ramli (Pemilik toko IT) melalui WhatsApp. Meuhai that lago neu publo minyek goreng (Mahal sekali anda jual minyak goreng). Dan langsung di jawab via wa juga “Nyan harga eceran nyang diyue le pemerintah (Rep. Itu harga eceran yang ditetapkan oleh Pemerintah), kalau kita bagi ke toko harga 14.300/kg”. Jawab Ramli.

BACA JUGA...  Diskominsa Aceh Kunker Ke BAPPENAS terkait DTSEN dan SDI

Karena berita ini harus segera diangkat, siang 14 April 2022 reporter menghubungi kembali Ramli untuk mohon waktu klarifikasi ulang. Namun tetap sama, Ramli tidak mengindahkan.

Ada beberapa tugas yang reporter rasa belum terjawab adalah, “sudah berapa puluh ribu ton migor diperoleh Ramli sejak dirinya ditunjuk pemerintah”?. Dirinya berkewajiban menyalurkan kebutuhan migor buat masyarakat Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang dan Pidie, namun kenapa migor itu seakan hilang di pasar.

Selain itu, kepada siapa saja migor itu telah Ramli salurkan. Mungkin saja telah jatuh ke orang yang salah secara tidak sengaja, sehingga harga minyak goreng sangat memberatkan ekonomi masyarakat Aceh dan terkesan ada permainan tidak memihak. Dan harapan pemerintah, yang dipikul dipundak Ramli seakan telah jadi bumerang .[]

Laporan : AM

Berita Terkait

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB