example banner

oleh

RAPBK Kota Sabang Tahun 2018 Sebesar Rp.76,8 Miliar

example banner

Sabang (ADC) – Pada sidang paripurna RAPBK 2018 Wali Kota Sabang Nazaruddin, menyampaikan nota keuangan Rancangan Qanun Kota Sabang tentang Qanun Perubahan APBK Tahun 2018 sebesar Rp.76.867.266.952,28. Nilai dimaksud sesuai surat Walikota Nomor : 903/5775 tanggal 19 Oktober 2018, sesuai yang telah disampaikan pada Draf Rancangan Qanun Perubahan APBK Sabang Tahun Anggaran 2018 dan Nota Keuangan kepada DPRK Sabang beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, diagendakan guna dilakukan pembahasan bersama dengan Badan Anggaran DPRK, kemudian ditetapkan menjadi Qanun Perubahan APBK Sabang Tahun Anggaran 2018.

“Rancangan Qanun tentang Perubahan APBK Sabang Tahun Anggaran 2018, secara keseluruhan dapatkami sampaikan, dimana Anggaran Pendapatan sebelum dilakukan perubahan besar nilainya Rp.613.999.489.402,57 dan kini berubah menjadi Rp.620.352.624.378,14 atau naik sebesar 1.03 persen., terang Wali Kota.
Total Anggaran Belanja sebelum perubahan sebesar tambah Wali Kota Rp.654.944.475.425,42 dan berubah menjadi Rp.697.219.891.330,42 atau naikan sebesar 6.45 persen.

Jumlah anggaran Pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp.40.944.986.022,85, kini juga mengalami perubahan menjadi sebesar Rp.76.867.266.952,28,” tambah Tgk Agam, sapaan akrab Wali Koya Nazaruddin.

Lebih lanjut kata Wali Kota Rapat Paripurna
Pengantar Rancangan Qanun Perubahan APBK Sabang Tahun Anggaran 2018, di gedung DPRK Sabang, kemarin. Dilihat dari kemampuan keuangan daerah yang semakin terbatas, serta upaya-upaya mewujudkan kondisi keuangan daerah yang sehat dan berkelanjutan, disadari masih banyak kegiatan-kegiatan penting lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat yang belum tertampung dalam Rancangan Qanun Perubahan APBK Sabang Tahun Anggaran 2018.

“Maka kita perlu menyusun skala prioritas Pembangunan Daerah, dan berbagai isue aktual lainnya agar realisasi anggaran memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat. Anggaran Perubahan dalam konteks ini tidak kita tafsirkan sebagai Anggaran Belanja Tambahan (ABT), justru perubahan anggaran kita persepsikan sebagai penyesuaian-penyesuaian karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Dikatakan juga, melalui kerja keras, upaya yang sungguh-sungguh dan komitmen yang kuat dari seluruh unsur Pemerintahan Daerah serta didukung seluruh komponen masyarakat. APBK Kota Sabang diharapkan akan semakin efektif dan berperan dalam pencapaian upaya untuk memakmurkan masyarakat Kota Sabang.

“Guna kelancaran pembahasan yang dilaksanakan ini, diharapkan perhatian dari para Kepala SKPD beserta jajarannya agar dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam pembahasan Rancangan Qanun Perubahan APBK ini bersama-sama dengan Panitia Anggaran Dewan dan tidak meninggalkan daerah sebelum selesainya pembahasan kecuali dengan seizin kami serta mempersiapkan bahan-bahan pendukung yang dibutuhkan Panitia Anggaran Dewan sehingga pembahasan dapat berjalan dengan lancar,”harapnya.(Jalal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..