Pemkab Aceh Besar Realisasi Program Beasiswa Tahfizul Quran

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, memberikan sambutannya saat menerima 100 santri Tahfiz yang dibiayai pemkab Aceh Besar sejak tahun ini, di Masjid Agung Almunawarah Kota Jantho, Minggu, 14 Juli 2019. Foto: dok Humas dan Protikoler Aceh Besar.

 

Kota Jantho (ADC) – Sebanyak 100 orang santri perdana program beasiswa Tahfizul quran diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Al Fauzul Kabir Kota Jantho. Penyambutan santri perdana oleh Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali di Masjid Agung Al-Munawwarah, Kota Jantho, Minggu, 14 Juli 2019.

Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dalam sambutannya menyampaikan, bahwa saat ini perkembangan media sosial menjadi perusak dan merusak moral anak-anak, apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar itulah, dibawah kepemimpinan kami (Mawardi Ali dan Waled Husaini A Wahab) akan mewujudkan program minimal setiap gampong (desa-red) muncul 1 hafidz atau program satu gampong satu hafidz.

“Aceh Besar ini akan baik apabila generasi muda ini kedepan baik, begitu juga sebaliknya, apabila anak-anak ini sekarang hancur, maka Aceh Besar kedepan juga akan hancur,” ujarnya.

Menurut Mawardi Ali, program beasiswa hafizh ini tentu ada syarat-syaratnya, dan juga anak-anak yang terpilih ini harus mencapai target dalam 1 tahun 10 juz.

BACA JUGA...  Seribu Lebih Mahasiswa USM Ikut Pengenalan Kehidupan Kampus

“Apabila ini tidak tercapai maka beasiswa untuk si anak akan di cabut, namun ornag tua msh dapat melanjutkan pendidikan disini dengan biaya semdri,” kata Bupati Aceh Besar

Ia menambahkan, selain pendidikan formal dan hafalan Al Quran di Fauzul Kabir juga di dukung dengan pembelajaran kitab-kitab dalam upaya untuk memberikan pendidikan karakter bagi para santri.

“Mudah-mudahan program ini dapat berjalan dengan baik jangan sampai gagal. Saya sendiri yang akan menjadi garda terdepan untuk menyukseskan program ini, namun mimpi saya ini, tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari semua pihak,” tegas Mawardi Ali.

Dengan adanya progaram ini, kata Bupati Mawardi Ali, pihaknya yakin kedepan bisa mewujudkan Aceh Besar akan menjadi sejahtara, maju dalam bingkai syariat islam sesuai dengan vsi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Preriode 2017-2022.

BACA JUGA...  Wali Nanggroe Aceh Temui Mendagri di Jakarta 

“Mudah mudahan dengan ridha Allah SWT dapat terwujud,” pungkas Mawardi Ali.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 3 Al Fauzul Kabir Fakruddin MPd mengatakan, program tahfizul quran ini merupakan program Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar untuk mencetak para imam mesjid dan meunasah disetiap gampong di Kabupaten Aceh Besar.

Ia mengatakan, para santri ini akan mengemban tugas belajar di Fauzul Kabir dengan mendapatkan beasiswa penuh dari Pemkab Aceh Besar dan program ini akan menjadi solusi bagi anak-anak menjadi penghafal quran. “Setelah mereka ini selesai dari sini, diharapkan menjadi anak-anak yang akan melanjutkan estafet pembangunan Aceh Besar kedepan,” ujar Fakruddin.

Fakruddin, pada kesempatan itu juga meminta dukungan pada wali santri agar terus mensuport anak-anaknya untuk bertahan dan menyesuaikan di lingkungan baru, sehingga proses belajar-mengajar menjadi lancar dan akan mendapat hasil dan sukses apa yang di cita-citakan.

BACA JUGA...  Komisi 4 DPRK Aceh Besar Desak Pemkab Segera Bangun Pintu Irigasi

Tim pengembangan dan Pembina program Beasiswa Tahfizul Quran, Ustad Fakruddin Lahmuddin SPd MPd mengucapkan selamat datang kepada calon penghafal kitabullah. Menurutnya, Beasiswa Tahfizul Quran sebagai upaya pemerintah Aceh Besar untuk mewujudukan generasi cinta Alquran, dimana Pemkab Aceh Besar sangat serius dalam program ini, karena ini akan mencetak manusia unggul kedepan melalui beasiswa ini.

“Pemkab punya target terhadap penerima beasiswa, bila target ini tidak tercapai atau tidak serius anak-anak ikut pendidikan maka beasiswa ini akan di hentikan, makanya di perlukan dukungan dan support dan motivasi oleh orang tua, selain itu kami akan terus mengevaluasi agar program ini sukses dan memotivasi anak-anak agar menjadi keluarga Allah,” demikian Fakruddin Lahmuddin. (Dahlan)