TAKENGON | MA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah mulai merespons keresahan mendalam yang dirasakan ribuan nasabah akibat kisruh di tubuh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Tanoh Gayo.
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, tampil menyuarakan aspirasi nasabah yang tengah menanti kepastian atas nasib uang mereka yang totalnya mencapai Rp24.155.164.509 atau Rp24 Miliar lebih.
Langkah cepat ini dimulai dari pertemuan penting antara Muchsin Hasan dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, beserta jajarannya, yang berlangsung di sela agenda Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Aceh bersama Wakil Gubernur Aceh terkait pengendalian inflasi, Rabu ( 14 Mei 2025)
Dalam pertemuan tersebut, Muchsin Hasan tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa keresahan nyata dari lapangan. Sejumlah perwakilan nasabah Bank BPRS Tanoh Gayo telah lebih dulu menyampaikan langsung keluhan mereka di ruang kerja Wakil Bupati.
Sebanyak 5.507 orang ini terdiri dari 5.484 nasabah tabungan dan 23 nasabah deposito menanti kepastian hukum dan finansial atas dana mereka yang kini tertahan.
“Ini bukan lagi soal angka. Ini soal kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah dan kinerja pemerintah. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Muchsin Hasan.



