oleh

Ketua FKUB Banda Aceh: Tingkatkan Toleransi Dalam Beragama

Banda Aceh (MA)-Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banda Aceh, Drs. Abd Syukur, M.Ag mengharapkan kepada semua elemen masyarakat untuk meningkatkan toleransi dan kerukuan dalam beragama. Pesan ini disampaikannya melalui rilis pers kepada sejumlah media massa, 22 Februari 2020.

“Toleransi dalam beragama itu penting. Dengan bertoleransi, semua masalah bisa diselesaikan dengan mudan dan damai,” ujar Drs. Abd Syukur, M.Ag.

Sebut Drs. Abd Syukur, M.Ag toleransi antar sesama dasar terciptanya kerukunan. Oleh karena itu, katanya, permusuhan yang dipicu oleh agama merupakan salah satu penyebab utama permasalahan yang sangat krusial yang dapat membuat masyarakat di suatu negara terpecah belah dan berujung pada pertikaian yang berkepanjangan.

“Pertikaian yang disebabkan oleh isu agama yang tidak bisa ditangani dan diselesaikan dengan baik, demikian pula di Aceh, isu agama menjadi isu sentral yang menyebabkan terjadinya beberapa konflik,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam konteks tersebut hendaknya masyarakat dapat menyikapinya secara bijak serta bisa memilah-milah, mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar atau hoax, termasuk menolak ajakan yang menggunakan isu agama agar tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

“Untuk mengatasi permasalahan terkait agar kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik, diawali dengan melakukan pengembangan silaturrahmi, kemitraan, penelitian (tabayun), dan pendampingan, termasuk saat terjadi masalah pada pemeluk keyakinan di luar enam agama yang resmi diakui Negara,” sebut Drs. Abd Syukur, M.Ag.

Seperti diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) RI merilis survei indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB). Merujuk pada angka KUB nasional 73,83, terdapat sejumlah provinsi yang berada di bawah rata-rata nasional. Survei indeks KUB itu dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan pada Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat) Kemenag. Dalam survei tersebut terdapat beberapa faktor penentu indeks, yang berisi korelasi hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan peran Kementerian Agama terhadap sikap rukun di Indonesia pada 2019. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..