Di matanya, pengawasan bukan hanya menilai, tapi juga mendampingi, menyemangati, bahkan memeluk.
Karena bagi Santi, pendidikan adalah kerja kemanusiaan.
“Kalau anak-anak ini bisa belajar tanpa rasa takut, tanpa gangguan, berarti perjuangan saya tak sia-sia. Saya ingin mereka bermimpi setinggi bukit yang saya daki tiap hari.”
[Santi Novrida. Pemilik Sekolah Jenjang SMP Aceh Tamiang].
Apresiasi untuk Pejuang Pendidikan
Bagi Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, Santi adalah contoh nyata bahwa pengawas bukan sekadar jabatan struktural.
“Saya selalu katakan, pengawas seperti Ibu Santi adalah garda depan mutu pendidikan,” ujar Sepriyanto. “Ia tidak hanya melaporkan, tapi juga menggerakkan.”
Karena itu, ia menilai langkah Santi sebagai bentuk pengabdian yang perlu diapresiasi. Tahun 2025, Santi dinominasikan dalam Apresiasi Penilik Sekolah Nasional, mewakili Aceh Tamiang.
“Perjuangan beliau menjadi inspirasi banyak guru,” tambahnya. “Ini bukti bahwa di balik angka-angka statistik, masih ada manusia-manusia yang bekerja dengan hati.”
Refleksi di Ujung Jalan
Menjelang sore, ketika matahari mulai condong ke barat, Santi menuruni jalan berlumpur menuju kampung. Suara jangkrik mulai terdengar, sementara langit memerah di atas pepohonan karet dan sawit.




