Kesulitan Bawa Hasil Panen, Petani Bireuen Minta Dibangun Jembatan

Selasa, 17 April 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta gatung yang di wakafkan oleh M. Hasan dan Munir yang saat ini digunakan petani sebagai alat Trasportasi melintasi sungai, Senin (16/04/2018). [SM]

Kereta gatung yang di wakafkan oleh M. Hasan dan Munir yang saat ini digunakan petani sebagai alat Trasportasi melintasi sungai, Senin (16/04/2018). [SM]

Bireuen (ADC) – Para petani Trime Pengeling dan Leubok Tanoh Desa Pinto Rimba Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh meminta kepada pemerintah Aceh khususnya Bireuen untuk membangun jembatan penyeberangan sebagai akses menuju perkebunan dan mengangkut hasil panen yang selama ini sulit dilalui, Senin (16/04/2018).

Salah seorang petani di kawasan Desa Pinto Rimba, Saifuddin mengatakan, kesulitan menuju lokasi perkebunan tersebut, terjadi ketika hujan deras turun yang menyebabkan air sungai meluap, sehingga, hasil panen dari perkebunan tersebut sering tidak di bawa pulang.

BACA JUGA...  Ribuan Petani dan Nelayan Kunjungi Sabang

“Saat air sungai dangkal, kami bisa menyeberangi sungai menggunakan kendaraan roda dua, tapi kalau sungainya meluap, kami tidak bisa menyeberangi sungai,” kata Saifuddin.

Hal tersebut, kata Saifuddin, membuat para petani sering tidak pergi keladang (kebun-red) dan harus kembali ke rumah, begitu juga petani yang telah berada di ladang tidak bisa pulang membawa hasil panennya. Sementara, tambah Saifuddin dikawasan tersebut terdapat ribuan hektar tanaman pinang, pisang kakao serta tanaman lainnya yang sudah produktif.

BACA JUGA...  Warga Mengapresiasi Kenerja Geuchiek Bandar Bireuen

“Terkadang kami mempertaruhkan nyawa mengarungi sungai yang deras untuk membawa pulang hasil panen, jika itu tidak dilakukan makan hasil panen akan membusuk di ladang,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Saifuddin meminta kepada Pemerintah Bireuen dan Aceh untuk dapat membangun jembatan rangka baja untuk dapat memudahkan penyeberangan teransportasi dan menghidari kesulitan petani di Desa pinto Rimba.

“Dalam beberapa hari ini, kami mendapatkan bantuan kereta gatung yang di wakafkan oleh M. Hasan dan Munir untuk alat Trasportasi melintasi sungai, tetapi fasilitas ini masih sangat tidak memadai di karenakan hanya bisa menampung tiga orang saja, tambah Saifuddin.

BACA JUGA...  Guru dan Siswa SDN 1 Idi Sabet juara Olimpiade Sains dan Matematika UPTD Idi

Disamping itu Camat Peudada, M. Hasan mengatakan, sebelum kereta gantung itu diwakafkan, para petani, sangat kesulitan saat pulang pergi ke lokasi perkebunan.

“Terkadang mereka membawa hasil panen harus bertaruh nyawa dengan Air sungai yang deras,” ujar Camat.

Sehingga, Camat berharap kepada presiden Republik Indonesia, untuk dapat memperhatikan nasip para petani di Aceh khusunya di kawasan pinto Rimba. [MS]

Berita Terkait

PESAWAT: Informasi Harus Terverifikasi
Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam
Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana
Masyarakat Sabang Menyesalkan Pejabat BPKS Yang Telah Dikeluarkan Kini Masuk Lagi
Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi
Mualem Ganti Ketua Beserta Pengurus KPA Wilayah Sabang dan Pulo Aceh
Ketua Satgassus Bireuen Sidak Pupuk Subsidi
Wahyudi Ramadhan Ditunjuk Sebagai Pimpinan Pengcab Aceh Internasional Orientering Kota Sabang

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:30 WIB

PESAWAT: Informasi Harus Terverifikasi

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana

Jumat, 10 Oktober 2025 - 16:09 WIB

Masyarakat Sabang Menyesalkan Pejabat BPKS Yang Telah Dikeluarkan Kini Masuk Lagi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 02:06 WIB

Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi

Berita Terbaru

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:52 WIB

RAGAM BERITA

Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:47 WIB