Hasil Rembug Paripurna KTNA Sabang Untuk Kemandirian Pangan

example banner

 158 total views,  1 views today

Sabang (MA) – Duduk mufakat (rembug) paripurna Kontak Tani Nelayan (KTNA) Kota Sabang, disepakati bahwa KTNA harus dapat mandiri dalam penyediaan pangan bagi masyarakat, karena petani merupakan ujung tombak dalam penentuan pangan.

banner 325x300

Kesepakatan tersebut tertuang dalam rembug paripurna yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2019, yang digelar di Aula Kominfo kota Sabang jalan Baypas Gampong Cot Bak’U Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Sabang Fikri, kepada awak media dia mengatakan kegiatan yang bertema “Rembug Melalui Pemilihan Pengurus KTNA Kota Sabang Periode Tahun 2019-2024, Kita Wujudkan Kemandirian Pangan Untuk Peningkatan Ekonomi Petani Dalam Mendukung Pariwisata Kota Sabnag” kaatnya.

Dijelaskannya, pada rembug tersebut dihadiri para kelompok tani dari delapan belas Gampong, yang ada di Kota Sabang, diwakili segenap unsur petani, Kadistan Kota Sabang, Kadispeeindag KOP-UKM Kota Sabang, Kadiskanla Kota Sabang, Sekjen KTNA Provinsi Aceh dan para undangan lainnya.

Diharapkan, dangan adanya rembug tersebut kedepan para petani di Sabang, bisa lebih eksis dalam melakukan usaha pertanian dibidangnya, terutama dibidang produksi pangan dan hortikultura guna mencukupi kebutuhan masyarakat Sabang.

Selama ini kebutuhan pangan dan hortikultura masih sangat ketergantungan pada barang masuk atau impor dari daratan Aceh dan Sumatwra utara. “Pengalaman yang kita lihat dan kita rasakan selama ini”. Tujuannya adalah petani Sabang kiranya, dapat sejajar dengan petani didaerah lainnya.

Maka, besar harapan kita kepada bapak-bapak eksikutif dan legeslatif supaya dapat memperhatikan nasib petani dalam kebutuhan sarana dan prasarana pendukung. Apalagi mengingat Sabang, merupakan rawan hama babi hutan tentunya membutuh alat pencegahan yang memadai seperti kawat duri dan bronjong., jelasnya.(Jalal).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...