example banner

oleh

BNN Kota Sabang Kampanye Anti Narkoba Melalui Pentas Seni

-HUKOM-752 views

example banner

example banner

Sabang (ADC)  – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sabang, pada Sabtu malam tanggal 29 Juni 2019 bertempat di Podium Sabang Fair, melaksanakan Kampanye Anti Narkoba melalui Pentas Seni yang bertema ” Melenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesis Emas”.

Kepala BNN Kota Sabang Jauhari,S.Sos mengatakan pelaksanaan Kampanye Anti Narkoba Melalui Pentas Seni, selain dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional dan sosialisasi pencegahan narkoba kepada kaum melenial melalui pentas seni.

Diharapkan, generasi melenial kiranya dengan ada kegiatan ini dapat menjaga diri dari bahaya narkoba, karena narkoba itu tidak mengenal usia termasuk anak-anak.

“Kita berharap dengan sosialisasi melalui pentas seni, generasi melenial dapat menjaga diri dan memahami tentang betapa bahanya narkoba apapun jenisnya”., kata Jauhari.

Kasat Narkoba Polres Sabang Iptu Sunardi,SH mengucapkan selamat Hari Anti Narkoba Internasional yang bertema “Melenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”., kata Sunardi.

Berbicara Narkoba dijaman melenial ini dimana pun sudah ada, bahkan sangat mengkhatirkan karena keberadaan narkoba sudah masuk lingkungan anak-anak dibawah umur.

Untuk itu, diminta kepada generasi melenial agar, menjauji apapun jenis narkotika yang akan merusak generasi bangsa dan ekonomi keluarga serta akan timbul niat berbuat kejahatan, dan tentunya akan berdahapan dengan hukum.

Dijelaskan, meskipun Sabang luas 53 kilo meter dan hanya 2 Kecamatan tetapi peredaran narkoba masuk dalam catatan Polisi merupakan daerah yang sangat mengkhawatirkan

Pada tahun 2015 jumlah kasus narkoba yang ditandatangani Satnarkoba Polres Sabang ada 10 kasus, tahun 2016 ada 21 kasus, pada tahun 2016 ada 16 kasus, 2017 ada 17 pada tahun 2018 ada 18 kasus dan pada tahun 2019 sampai bulan Juni sudah tertangani 15 kasus, artinya terus meningkat peredaran narkoba., jelasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pencegahan Masyarakat (P2M) Masduki Ismail,SH menyampaikan, kegagalan mendidik kaum melenial berarti gagal membangun bangsa.

Karena kaum melenial dijaman now bahwa kehidupannya tidak sama kehidupan kaum muda sebelumnya. Pasalnya, kaum melenial kini sudah masuk pada masa yang mengkhawatirkan terhadap bahaya narkoba.

Narkoba sudah beredar dimana pun bahkan dilingkungan perdesaan, maka apabila kaum melenial atau sahabat cegah ada yang terlanjur tergelut dengan narkoba dipersilakan melaporkan diri ke BNN atau Polres setempat.

“Tidak perlu takut jika ada kaum melenial atau sahabat cegah, apabila ada keluarga melenial dapat melaporkan diri ke BNN atau Polisi dan tidak diproses pidana. Dan itu diatur dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2009”., terangnya. (Jalaluddin Zky)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..