Di balik semangat pembukaan sekolah, terselip kisah pilu sekaligus tangguh dari para siswa. Alif, siswa kelas 3 MTsN 2 Meureudu, hadir meski kondisi rumahnya masih memprihatinkan.
”Rumah saya airnya sampai ke atap. Sampai sekarang belum bisa kembali ke rumah,” tutur Alif dengan nada getir.
Bagi Alif, tahun ini adalah tahun krusial karena ia berada di tingkat akhir. Meski halaman sekolah masih berlumpur dan banyak teman-temannya yang belum bisa hadir karena terdampak bencana, ia memaksakan diri untuk berangkat demi mengejar ketertinggalan pelajaran.(TM)




