APBA Perubahan Pemerintah Aceh Gagal Dipalu DPRA

  • Bagikan

 67 total views,  2 views today

APBA Pemerintah Aceh Gagal Dipalu DPRA

BANDA ACEH (MA) – Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) Perubahan tahun anggaran 2021 gagal diketuk palu pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) beberapa waktu lalu, khususnya terkait pembangunan rumah dhuafa. Langkah mundur yang dilakukan Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

DPRA menolak dengan tegas terhadap APBA Perubahan tahun anggaran 2021, terutama rencana pembangunan rumah dhuafa. Sebab Pemerintah Aceh dinilai gagal merealisasikannya.

Kegagalan juga dipicu; Pemerintah Aceh tidak memasukkan dari awal alokasi anggaran pembangunan rumah dhuafa dianggaran perubahan tahun 2021.

“Dengan gagalnya perubahan APBA tahun 2021, berdampak besar pada pemerintah Aceh dan masyarakat, Pemerintah Aceh gagal merealisasikan pembangunan rumah duafa dan tidak memasukan dari awal alokasi anggaran pembangunan rumah duafa dalam APBA murni 2021,” Tegas Civitas Akademisi Abulyatama Aceh, Usman Lamreung pada mediaaceh.co.id, Rabu, 6 Oktober 2021 di Banda Aceh.

Usman menganggap, itu suatu keanehan dilakukan Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh; meminta maaf pada masyarakat atas tidak terealisasinya pembangunan rumah duafa.

Sepertinya Gubernur Aceh Nova Iriansyah ingin cuci tanggungjawabnya, seakan kegagalan pembangunan rumah dhuafa bukan kesalahan pemerintah Aceh, namun kesalahan DPRA.

Politik buang badan ala Gubernur Aceh Nova Iriansyah ingin membangun citra buruk pada masyarakat, gagalnya pembangunan rumah dhuafa adalah kesalahan DPRA.

“Inilah politik cuci piring yang di hembuskan Nova, sebaliknya gagal pembangunan rumah dhuafa, akibat tidak konsistennya Gubernur Aceh Nova Iriansyah tidak memasukan alokasi anggaran rumah dhuafa pada APBA murni 2021,” jelas Usman yang juga Pemerhati Pemerintahan dan aktifis Sosial itu.

Menandakan bahwa Gubernur Aceh tidak konsisten dengan janji politik saat kampanye 4 tahun yang lalu, dan ini menandakan bahwa program Aceh Hebat gagal di implementasi yaitu gagalnya pembangunan rumah duafa.

Usman menyitir; kenapa pemerintah Aceh tidak memasukan alokasi anggaran pembangunan rumah duafa dalam APBA-Murni?; Kenapa harus di APBA-P dimasukan pembangunan rumah duafa tersebut?.

Nova membusungkan ketidak becusan dalam perencanaan program yang tidak memperiotaskan skala periotas dalam pembangunan.

Apalagi pembagunan rumah dhuafa yang nyata masuk dalam RPJM, namun diabaikan. Yang mengherankan dalam APBA murni ada anggaran yang berkode apendiks juga belum jelas peruntukannya tapi dimasukan.

“Pun begitu pembangunan rumah duafa tetap saja diabaikan tidak dimasukan dalam APBA murni, berati ada masalah dengan perencanaan program,” sergah Usman.

Mengabaikan sama artinya menggagalkan program skala periotas, juntrungnya merugikan masyarakat Aceh. Menurutnya Pemerintah Aceh tak punya kemampuan untuk membedakan mana yang prioritas dan mana yang harus ditunda.

Apalagi itu, pembangunan Rumah Dhuafa sangat dibutuhkan masyarakat dan juga janji politik Nova saat mencalon diri sebagai Gubernur Aceh. “Nova menayangkan ketidak becusan dalam pengelolaan anggaran, sudah sepatutnya DPRA mendorong mosi tak percaya pada pemerintah Aceh,” pungkasnya. [Syawaluddin].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...