REDELONG | MA — Kondisi jalan protokol dan jalur dua di Kabupaten Bener Meriah memprihatinkan. Banyak ruas jalan yang berlubang, bahkan digenangi air akibat rembesan mata air di sekitar badan jalan. Selain itu, kerusakan juga diperparah oleh lalu lintas kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.
Pantauan media ini menunjukkan, jalan berlubang tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan. Tak hanya pengguna jalan yang celaka, kendaraan warga juga sering rusak akibat menghantam lubang di jalan. Sejumlah titik sudah ditambal secara swadaya oleh warga karena prihatin dengan seringnya kecelakaan terjadi.
Herman, warga Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, mengaku heran mengapa pemerintah daerah terkesan membiarkan kondisi ini berlarut. Ia mengisahkan, belum lama ini seorang ibu-ibu pengendara motor terjatuh ke dalam lubang dan harus dilarikan ke dokter akibat luka-luka yang diderita.
“Baru-baru ini ada ibu-ibu jatuh ke lubang itu, harus dibawa ke dokter. Bahkan ada pengendara lain yang sampai pingsan karena jatuh di jalan itu,” ujar Herman kepada media ini, Rabu (6/8).
Melihat kondisi itu, Herman bersama beberapa warga berinisiatif menambal jalan secara mandiri. “Sudah enam hari kami kerjakan, dananya dari sumbangan warga yang melintas. Uang itu kami gunakan untuk membeli pasir, semen, pipa, dan besi,” katanya sambil menunjukkan bukti pembelian material.




