KPA : Plt Gubernur Perlu “Diruqiyah”

Banda Aceh (MA) – Kaukus Peduli Aceh(KPA) melalui rilis resmi yang dikeluarkan oleh lembaga ini, untuk kedua kalinya KPA menganggap Pemerintah Aceh sudah “gila” dalam mengambil kebijakan. Demikian isi dari rilis Koordinator Kaukus Peduli Aceh(KPA) Muhammad Hasbar Kuba (Foto) kepada media ini belum lama ini.

“Kan, apa yang saya katakan beberapa waktu yang lalu terjadi, Pemerintah Aceh memang tidak berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Muhammad Hasbar Kuba dalam rilis yang diterima Media Aceh, belum lama ini.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Aceh membeli “moto dinaih” seharga 100 Milyar, kemudian beberapa hari kemudian melalui Kabag Humas Baitul Mal Aceh mereka secara resmi mengatakan menunda pembangunan 1.100 rumah dhuafa bagi rakyat Aceh padahal nilainya hanya 88 Milyar.

“Dan sekarang kita kembali dikejutkan dengan wacana pembelian pesawat jenis N219 produksi PT Dirgantara Indonesia yang harganya mencapai Rp 84 Milyar. Dan dalam wacana yang disampaikan Pemerintah Aceh akan membeli hingga 4 unit pesawat sampai tahun 2022, sekarang kita kalikan saja itu berapa,” ungkap Muhammad Hasbar Kuba gusar.

Aktivis mahasiswa ini mengajak semua pihak berpikir dengan hati nurani dan akal sehat, apakah layak Pemerintah Aceh membeli Pesawat yang nilainya sama dengan Pembuatan 4.100 rumah Dhuafa?.

“Kenapa tidak anggaran sebesar itu dialokasikan untuk pengadaan rumah dhuafa bagi rakyat Aceh kurang mampu yang berada dibawah garis kemiskinan,” saran Hasbar Kuba yang juga menjabat Ketua Umum HIMMAH Komisariat UIN Ar-raniry.

Secara ekonomi, aktivis itu menanyakan, masyarakat kelas mana yang akan menggunakan pesawat itu nantinya.

“Sudah pasti bukan masyarakat dengan ekonomi kelas bawah, Saya Tegaskan sekali lagi, jika memang Pemerintah Aceh Jadi membeli Pesawat itu disaat penundaan pembangunan Rumah Dhuafa, Birokrat di Aceh kali ini benar benar Gila,” tegas Hasbar Kuba.

Lantas, Hasbar mengajak untuk melupakah seorang Nova Iriansyah karena masyarakat sedang menunggu gebrakannya, bukan penghargaan karena berhasil mendorong 15 ribu hektar lahan sawit yang berpontensi banjir itu yang dinilai prestasi.

“Jangan sampai Aceh Hebat jadi ‘Aceh Dungu’. Kini kami lihat Nova sedang dipola dan dibuai oleh oknum-oknum untuk semakin jauh dari program pro rakyat,” tambahnya.

Dia mengingatkan supaya Plt Gubernur Aceh sadar akan kondisi ekonomi rakyat yang semakin terpuruk.

“Apakah rakyat perlu bawa ustadz untuk meruqiyah dirimu agar kembali sadar dari kerasukan yang akhir-akhir ini semakin memilukan nasib rakyat. Sudahlah, sudah boleh kau bangun dari lamunan itu pak Plt. kembalilah ke cita-cita Aceh Hebat sesungguhnya. Fungsikan uang negara itu semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat,” ujar Hasbar prihatin.

“Jangan sampai rakyat menilai bahwa yang sesungguhnya lebih layak ditahan KPK itu dirimu bukan Bang Wandi,” ucapnya mengaku kesal.

Hasbar meminta semua program tak pro rakyat itu dihentikan dan kembali ke cita-cita yang dinantikan rakyat.

“Hentikan menghamburkan uang untuk yang tidak penting itu, setiap kebijakanmu akan menghadirkan do’a kaum duafa, doa anak yatim, do’a rakyat miskin. Jika baik do’a itu maka dirimu akan sukses pak Plt., Jika tidak maka yakinlah kehancuran akan menantimu,” pesannya.

Sebagai mahasiswa, diriya tidak ingin Nova Iriansyah melenceng dan menyakiti rakyat.

“Jika dirimu marah akan nasehat kami ini sungguh kau bukanlah pak Nova yang dikenal rakyat. Jangan sampai kau poya-poyakan uang rakyat untuk sebuah hasrat, ingat pak Plt. Ketika Abdullah Puteh Gubernur yang kala itu begitu hebat, tapi harus berhadapan dengan jeruji besi hanya karena pembelian helikopter, ingat cerita bang Wandi yang begitu lekat di hati rakyat dengan gaya heboh di atas pesawat, juga harus berhadapan dengan KPK, lantas, apakah dirimu akan berhasil menuju kesana juga?,” sindirnya.

“Ingat pak Plt!!, ada do’a anak yatim, ada do’a janda-janda, ada do’a rakyat miskin, ada do’a para duafa dicampur dengan kekesalan hati para pemberi zakat yang niatnya kau terlantarkan. Jangan sampai semua itu akan semakin menguat dan dirimu semakin jatuh ke dalam jurang kenistaan,” pungkasnya. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *