Majelis Raya Pemangku Adat Aceh, Kibarkan Bendera Alam Peudeung

Banda Aceh (MA)- Bendera Alam Peudeung yang merupakan simbol pemersatu rakyat Aceh, kembali berkibar di Sultan Hotel, Peunayong, Banda Aceh.

Hal itu tampak pada saat pengukuhan pengurus Majelis Raya Pemangku Adat Aceh dan silaturrahmi pewaris kesultanan Aceh Darussalam (MARAPPAD) yang digelar, Sabtu 24 Agustus 2019.

Ketua Umum MARAPPAD, Teuku Taibur SH mengatakan, pengukuhan yang dilakukan adalah bagian dari komitmen pihaknya dalam menjaga dan melestarikan khasanah budaya Aceh.

Kehadiran MARAPPAD merupakan wujud kepedulian pewaris Kesultanan Aceh Darussalam dalam membangun daerah itu.

“Ini lembaga Ormas independen. Tidak berpolitik dan bukan afiliasi politik. Murni kegiatan adat istiadat dan kebudayaan serta melestarikan situs sejarah Aceh sebagai mitra MAA,” katanya.

Disamping itu, dia menjelaskan, bahwa Alam Peudeng menjadi bendera pemersatu rakyat Aceh yang telah digunakan semasa kesultanan Aceh dahulu kala.

Karenanya, simbol-simbol pemersatu menjadi penting bagi Aceh kekinian. Terlebih saat gaduhnya persoalan lambang dan bendera Aceh.

“Aceh adalah bagian NKRI. Satu kesatuan tak terpisahkan. Simbol Aceh adalah kearifan lokal yang melekat dan tidak bertentangan dengan peraturan hukum yang ada,” ujarnya.

Pengukuhan Ormas MARAPPAD, dihadiri sejumlah tokoh Aceh, Diantaranya Tgk Haji Ahmad Tajuddin, Pimpinan Dayah Almuhajirin Yang akrab disapa Abi Lampisang, Dan termasuk unsur Muspida plus juga para pewaris Kesultanan Aceh Darussalam dari berbagai daerah se Aceh.

Sumber:

Atjeh Daily(Ahmad Fadhil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *