Rombongan Camat Ziarahi Makam Teungku Di Geudong Cot Glie

Kota Jantho (MA) – Rombongan Muspika Kuta Cot Gliee bersama Tokoh Masyarakat menziarahi Makam Teungku Di Geudong Cot Glie pada Sabtu 3 Agustus 2019, Camat Kuta Cot Gliee, H Baharuddin Daud menyampaikan kepada media ini via telephon, bahwasanya asal usul Nama Kecamatan Kuta Cot Gliee itu diambil dari sebuah nama situs bersejarah yang terletak di atas bukit dan diapit antara dua Gampong,   yakni Barih Lhok dan Lamsi.

“Saat ini tempat itu hanya tinggal nama, namun dekat di hati masyarakat sekitar yang mengetahui sejarah dan keberadaannya,” ujar H Baharuddin Daud.

Beranjak dari penyampaiaan sejumlah tokoh masyarakat Kuta Cot Gliee ke pada  H Baharuddin Daud, terkait banyaknya situs peninggalan sejarah kejayaan Aceh yang ada di Kuta Cot Gliee, hal itu  memotori H Baharuddin Daud bersama Muspika menziarahi Makam Teungku Di Geudong sebagai satu bagian peninggalan situs sejarah.

H Baharuddin Daud mengatakan, bertepatan menjelang memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia(RI) ke 74, unsur Muspika Kuta Cot Gliee tergugah untuk menziarahi langsung tempat bersejarah tersebut dengan menyelusuri jalan setapak didampingin oleh perangkat Gampong dan Tokoh Masyarakat menuju lokasi perbukitan yang kurang lebih 25 menit perjalanan dari Gampong Barih Lhok sampai ke Makam Teungku Di Geudong Cot Glie.

“Menurut keterangan warga sekitar Makam bersejarah, tempat itu pernah digunakan sebagai Benteng (Kuta) pada saat zaman perang Aceh dengan Belanda,” ujar H Baharuddin Daud.

H Baharuddin Daud mengutarakan di lokasi tersebut juga terdapat tiga kuburan Syuhada, yang ditandai dengan batu nisan dan tampak  sudah usang sebagai pertanda kuburan bersejarah, seperti diketahui masyarakat sekitar. Pada kunjungan perdana MUSPIKA saat menziarahi Makam bersejarah itu juga melakukan do’a bersama sembari mengibarkan bendera merah putih, dan selanjutnya makan siang bersama yang sudah disiapkan oleh Keuchik Barih Lhok, Uwis Qarni.

Masih banyak Makam bersejarah yang ada di Kuta Cot Gliee, seperti di Gampong Lam Leu Oet, ada Makam Teungku Chik Pante Kulu , Makam Teuku Panglima Polem di Gampong Lampoh Raja yang sudah terdaftar sebagai Situs Cagar Budaya.

“Namun masih banyak lagi yang belum terdaftar, dan sangat perlu dirawat juga dilestarikan untuk Situs Cagar Budaya, sehingga bisa dijadikan destinasi wisata religi,” ujar H Baharuddin Daud.

Berdasarkan permintaan masyarakat,  H Baharuddin Daud bersama Muspika dan sejumlah tokoh masyarakat Kuta Cot Gliee mengharapkan Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar serta Provinsi Aceh bersedia memperhatikan dan melestarikan kesinambungan situs bersejarah yang ada di Kuta Cot Gliee hingga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata religi.

Turut hadir menziarahi Makam Teungku Di Geudong Cot Glie, Nabhani yang akrab disapa Pak Bhen merupakan Caleg terpilih dari Partai Gerindra untuk Aceh Besar dari Daerah Pemilihan(Dapil) I, dan kabarnya akan segera dilantik dalam waktu dekat. (Mukhlisin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *