GM Bandara SIM: Kami Masih Menunggu Surat Dari Otoritas Bandara

Kota Jantho (MA)  PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang Aceh Besar, hingga saat ini belum dapat memberikan keputusan pasti terhadap himbauan Bupati Aceh Besar, tentang menghentikan seluruh aktifitas penerbangan di Bandara Iskandar Muda, selama 12 jam di pagi Hari Besar Islam (Idul Fitri dan Idul Adha).

General Managel (GM) PT Angkasa Pura II Bandara Iskandar Muda, Aceh, Yos Suwagiono saat dihubungi awak media ini via telfon, Selasa 6 Agustus 2019, mengakui, masih menunggu surat dari Kepala Otoritas Bandara wilayah 2 Medan. “Kalau sudah ada, pihak Bandara SIM akan menyampaikan secara resmi,” ujar Yos Suwagiono.

Menurut Yos Suwagiono, kalau tanpa surat dari Kepala Otoritas Bandara belum keluar, dirinya belum berani memberikan kepastiannya. “Tapi, hasil diskusi kita, insyaAllah bisa jadi, cuma tehnisnya seperti apa, masih menunggu surat dari kepala Otoritas Bandara wilayah 2 Medan,” katanya.

Dijelaskan Yos Sugiono, permasalahan itu terkait dengan regulasi yang langsung berhubungan dengan perwakilan Dirjen Kementrian Perhubungan Udara. “Pihak Bandara SIM telah melayangkan surat ke Otoritas Bandara wilayah 2 Medan, dikabarkan hari ini akan dikirim Surat balasannya, nanti kalau sudah ada akan saya share,” tuntasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pasca dikeluarkannya himbauan bupati Aceh Besar tersebut, pihak PT Anggasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, yang disampaikan langsung oleh General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan iskandar Muda, Aceh Besar-Aceh, Yos Suwagiyono pada 26 Juli 2019 lalu mengatakan pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dan mempelajari terkait himbauan tersebut.

Hal itu dikarenakan dirinya baru menerima surat himbauan tersebut langsung dari Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali. “Kita berjanji akan menginformasikannya pada awal pekan depan, sebagai jawaban pihak yang ditujukan himbauan bupati tersebut,” akunya.

Saat itu, dikatakan Yos, secara pribadi himbauan tersebut sangat didukung. Karena, katanya selama bertugas di Aceh, dirinya belum pernah sempat melaksanakan salat id, karena memberikan pelayanan.

“Bahkan ada karyawan Angkasa Pura yang bertugas di Aceh, hingga delapan tahun ini belum sempat melakukan salat id,” ujar Yos Suwagiyono saat itu.(Mukhlisin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *