Memacu Pekerja Melalui Pelatihan

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Besar telah dituangkan dalam visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Ir Mawardi Ali dan Tgk H Husaini A Wahab, untuk periode kepemimpinan 2017-2022. Peningkatan skill bagi tenaga kerja dianggap penting untuk mendorong ekonomi masyarakat.

Wacana tersebut sedang berjalan yang ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Besar yang memfasilitasi para tenaga kerja yang ada untuk mendapat pelatihan dan pendidikan terkait dengan potensi kerja yang dimiliki oleh masinng-masing peserta.

Bila dilihat dari dominan mata pencaharian masyarakat Kabupaten Aceh Besar, hampir 65 persen bersumber mata pencaharian di sektor pertanian Sawah, Kebun, Ternak dan Palawija. Namun seiring waktu berjalan pergeseran hobi dan potensi keahlian masyarakat mulai bergeser ke arah yang lebih maju, mandiri dan menjanjikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan keluarga.

Otomotif menjadi pilihan kebanyakan tenaga kerja pemula, berfikir soal perseninan sudah menjadi trend dan kerab dilakukan para pekerja pemula. Kecuali itu berwirausahaan juga tidak kurang mulai digeluti oleh para pekerja pemula khususnya kaum perempuan, di sektor mekanik, manufaktur dan kompeksi menjadi permintaan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Besar Rahmawati, S.Pd kepada media ini mengatakan, Pemkab Aceh Besar menargetkan mampu mendidik para masyarakat hingga 5000 orang dalam periode kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati dari kubu pasangan putih itu. target tersebut dipastikan mampu digapai hingga masa kepemimpinan bupati itu berakhir pada pertengahan tahun 2022 mendatang, mengingat saat ini sedikitnya mencapai 1000 pekerja atau masyarakat yang mampu difasilitasi untuk mendapatkan pelatihan setiap tahunnya.

“Tergat pencapaian peningkatan SDM masyarakat selama periode kepemimpinan Bapak Ir Mawardi Ali dan Tgk H Husaini A Wahab, hingga angka lima ribu orang,” kata Rahmawati.

Optimistis  Rahmawati ini dapat dipastikan akan terwujud, buktinya setiap tahun berbagai pelatihan terus dilaksanakan oleh pemkab setempat dengan berbagai sumber anggaran yang mendukung selama ini. Tidak cuma di dalam daerah, Pemerintah juga membangun kerjasama dengan sejumlah pihak pembimbing tenaga kerja di daerah lain, misalnya Semarang, Surabaya dan Sumatra Utara.

Menurut wanita pemilik warung kuliner Rata Resto Jantho ini, hampir seluruh peserta yang telah mendapat pendidikan dan pelatihan saat ini sudah menjalankan usahanya maupun bekerja di berbagai tempat. Maka dapat dipastikan jika jumlah masyarakat lebih banyak diberikan pelatihan serupa maka para tenaga kerja di Aceh Besar memiliki skill dan profesional dalam bekerja yang nantinya akan berdampak pada pendapatan perkapita di daerah itu.

Disisi lain, sebagai dukungan permodalan bagi peserta pelatihan juga turut diberikan peralatan sesuai dengan bidangnya masing masing dengan harapan agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung dipraktekkan dan dapat membuka lapangan kerja sendiri dan mandiri.

“Sejumlah bidang tertentu juga difasilitasi dengan pelatan kerja, seusai mengikuti pelatihan,” timpal Rahma lagi.

Pada kesempatan tersebut Rahma juga berharap, kepada seluruh masyarakat yang memiliki skill untuk dapat mengembangkan semampunya dan selalu dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah supaya dapat menambah kemampuan daya kerja dibidang masing masing.

“Kita berharap masyarakat tidak hanya menunggu informasi pelatihan tapi dapat berusaha untuk memperoleh kesempatan, sehingga dapat menambah ilmu di bidang yang digeluti,” demikian sarannya. (***)

18 Paket Pelatihan Akan Dilaksanakan Tahun Ini

Untuk menyerap peserta pelatihan sebagimana yang ditargetkan, pemkab Aceh Besar akan mengalokasikan sedikitnya 18 paket pelatihan yang sudah dan akan dilaksankaan tahun 2019 ini. Pelatihan akan dilaksnakaan di lingkungan kantor dinas terkait maupun di luar lingkungan dinas. Untuk satu paket pelatihan ditampung sebanyak 20-30 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Besar Rahmawati, S.Pd melaui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Husaini, SP menyebutkan, tahun 2019 ini akan melaksnakan sedikitnya 18 paket pelatihan yang akan diberikan kepada masyarakat Aceh Besar. Program tersebut bukanlah program yang baru dan tabu di Aceh Besar, melainkan sudah menjadi program rutinitas dinas tersebut dalam rangka meningkatkan skill masyarakat dalam dunia kerja.

“Program ini sedang akan kita laksanakan dengan pesertanya masyarakat Aceh Besar dan berstatus warga Aceh Besar,” kata Husaini.

Husaini menambahkan, seharusnya pelatihan tersebut sudah terlaksana lebih banyak, namun terdapat kendala akibat pesta demokrasi pemilu Presiden dan Pileg yang berlangsung pada pertengahan April lalu, sebab seluruh dana yang mendukung kegiatan pelatihan tersebut bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Besar tahun 2019 atau APBK tahun berjalan.

Namun, sejumlah kesempatan pelatihan lain yang bekerjasama dengan sejumlah Badan pelatihan Kerja (BLK) yang didanai oleh anggaran Non APBK Aceh Besar, sudah dan sedang berlangsung saat ini. Saat ini baru satu paket pelatihan yang sudah berhasil dilaksanakan yaitu pelatihan meriah kue untuk para perempuan, sedangkan 17 paket lainnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Seharusnya sudah banyak kegiatan yang terlaksana hingga periode Mei ini, namun sempat terkendala akibat menghadapi Pemilu April lalu, tapi sekarang sudah mulai bergerak kembali,” jalas Husaini.

Husaini, merincikan paket pelatihan tersebut terdiri dari berbagai macam jenis, seperti, pelatihan mekanik/otomotif, kewirausahaan/manufaktur, kuliner, jahit menjahit dan sejumlah jenis pelatihanlainnya baik yang berkaitan dengan tehnologi maupun jenis produk tradisional. Diharapkan kepada peserta yang mendapat kesempatan pada pelatihan tersebut hendaknya dapat meningkatkan kinerjanya dan menjadikan sumber mata pencaharian dalam rangka meningkatkan ekonominya kedepan.

“Kita Berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh peserta dan mampu menambah ilmu dalam menggeluti kerja dibidangnya,” demikian pungkas Husaini. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *