DPRA Optimis Tuntaskan Rancangan Qanun 2019

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang terletak di Jalan Tgk Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh sudah kembali ramai ditempati para wakil rakyat, yang beberapa bulan terakhir sepi karena banyak di antara mereka disibukkan oleh Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 17 April 2019. Anggota DPRA banyak yang menghabiskan waktu di daerah pemilihan masing-masing untuk melakukan kampanye demi kembali lolos untuk periode 2019-2024.

Kini Pemilu 2019 sudah selesai, meski belum maksimal namun banyak anggota Dewan yang sudah mulai menempati ruang kerjanya kembali. Namun demikian, DPRA masih sepi dari agenda sidang paripurna, yang memang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari DPRA selaku Legislatif. Berdasarkan informasi yang diterima media ini, sidang paripurna DPRA terdekat akan dilaksanakan pada 24 Mei mendatang dengan agenda pembahasan Rancangan Qanun Inisiatif DPRA.

Melihat belum adanya aktifitas sidang paripurna, apalagi dengan sisa masa waktu 2019 hanya tinggal beberapa bulan lagi, banyak pihak meragukan akan tuntasnya pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) Program Legislasi (Prolega) tahun 2019. Pasalnya masa kerja efektif anggota DPRA periode 2014-2019 adalah hingga September atau sekitar empat bulan lagi, setelah itu akan ada pelantikan anggota DPRA baru hasil Pemilu 2019. Belum lagi anggota DPRA saat ini dalam beberapa bulan ke depan akan membahas masalah anggaran perubahan.

Setelah pelantikan, anggota DPRA periode 2019-2024 juga akan disibukkan dengan pemilihan alat kelengkapan dewan, kemudian disibukkan dengan pembahasan Anggara Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020, sehingga waktu yang tersedia untuk pembahasan Raqan Prolega 2019 akan sangat minim.

Ketua DPRA, Tgk Muhammad Sulaiman mengakui sejauh ini pihaknya belum bisa fokus membahas Rancangan Qanun 2019 karena sebelumnya anggota DPRA banyak yang disibukan dengan Pemilu Legislatif. Namun seiring tahapan pemilu selesai, para anggota DPRA akan kembali dengan tugas dan fungsinya, dan dalam waktu dekat juga akan melaksanakan sidang paripurna.

Sulaiman yakin Raqan prolega 2019 akan selesai dibahas denga sisa waktu yang tersedia, mengingat Raqan Prolega tersebut sedang dibahas di komisi-komisi terkait. Sulaiman menyebut, pembahasan Rancangan Qanun sebenarnya akan dipacu pada awal-awal tahun, namun karena satu dan lain hal akhirnya tadak sempat sehingga akan diupayakan pada pertengahan tahun ini.

“Raqan Prolega 2019 ini sedang dibahas di masing-masing komisi terkait. Untuk informasi lebih jauh bisa ditanyakan dengan komisi-komisi,” ujar Sulaiman saat dikonfirmasi via Whats App, Jumat (17/5/2019). Selain sedang dibahas di komisi-komisi, katanya, sebagian dari Rancangan Qanun tersebut juga sudah ada ke tahap konsultasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sulaiman mengungkapkan bahwa salah satu fungsi DPRA adalah Fungsi Legislasi atau merusmuskan produk regulasi bersama Pemerintah Aceh. Untuk itu, lanjutnya, DPRA akan fokus terhadap fungsi legislasi itu dengan meningkatkan komitmen terhadap tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menuntaskan seluruh Raqan Prolega 2019.

“Yang jelas DPRA akan mengupayakan seluruh Rancangan Qanun 2019 untuk dituntaskan. Semua komisi lagi menjalankan tugas mereka membahas Rancangan Qanun tersebut. Bahkan sudah ada ke tahap konsultasi ke Menndagri,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Raqan Prolega disusun bersama-sama antara Pemerintah Aceh (Eksekutif) dan DPRA (Legislatif). Hal ini merupakan amanat dari Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang tertuang dalam pasal 4 Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pembentukan Qanun. Dalam Qanun ini ditegaskan bahwa Qanun Aceh dibentuk dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Aceh, pengaturan hal yang berkaitan dengan kondisi khusus Aceh, penyelenggaraan tugas pembantuan dan penjabaran lebih lanjut dalam Peraturan Perundang-Undangan.

Sementara teknis penetapan sebuah Qanun seperti yang tertuang dalam Pasal 7 Qanun Aceh Nomor 5 tersebut, bahwa perencanaan pembentukan Qanun Aceh dilakukan dalam Program Legislasi Aceh (Prolega) yang disusun oleh Badan Legislasi DPRA melalui koordinasi dengan Pemerintah Aceh. Kemudian ditetapkan melalui Sidang Paripurna DPRA, setelah mendapat persetujuan bersama Gubernur Aceh.

Untuk Prolega Prioritas Tahun 2019, Sulaiman berharap agar dapat dituntaskan dengan sempurna sesuai dengan jumlah yang disampaikan secara rinci oleh Badan Legislasi DPRA dan disepakati bersama nantinya.

Adapun sejumlah Rancangan Qanun Prioritas Tahun 2019 yang diajukan Eksekutif dan Alat Kelengkapan DPRA, yaitu; Inisiatif DPRA meliputi Pertanahan, Tata Cara Penyelesaian Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Perubahan Kedua Atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe, Program dan Isi Siaran Lembaga Penyiaran Aceh, Perlindungan Satwa, dan Pendidikan Kebencanaan Aceh.

Sementara Usulan Pemerintah Aceh (Eksekutif) meliputi Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Hukum Keluarga, Rencana Pembangunan Industri Aceh Tahun 2018-2038, Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Aceh, Rencana Umum Energi Aceh, Perubahan Atas Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan Susunan Organisasi Majelis Adat Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Penyertaan Modal Pemerintah Aceh pada Badan Usaha Milik Aceh, Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik, dan Kearsipan Aceh.

Adapun 9 (sembilan) Judul Rancangan Qanun yang telah disepakati menjadi Prioritas Tambahan (Kumulatif Terbuka) Tahun 2019, yaitu; Inisiatif DPRA meliputi Penyelenggaraan Ketenagalistrikan, Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Penyelenggaraan Perhubungan Aceh, Kawasan Tanpa Rokok, Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Sedangkan Usulan Eksekutif yaitu Perubahan Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh, Rancangan Qanun Aceh tentang Dakwah Islamiyah, dan Rancangan Qanun Aceh tentang Perpustakaan.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *