Melalui  Adiwiyata  Bangun Semangat Cinta Lingkungan Sejak Dini

Dalam rangka menciptakan kecintaan masyarakat kepada lingkungan dan menciptakan lingkungan hijau. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus melakukan berbagai kebijakan baik di bidang pengan sampah, pemeliharaan kehijauan alam dan sosialisasi.

Di bidang sosialisasi cinta lingkungan hidup, pemerintah tidak hanya berfokus pada pelaku sampah (lingkungan masyarakat) tetapi juga mulai menerobos kepada generasi usia dini, dengan harapan terciptanya generasi yang sadar lingkungan di masa mendatang.

Salah satu kegiatan yang mengarah kepada implementasi dan  sosialisasi yang telah dilakukan adalah program Adiwiyata. Dimana program ini merupakan sosilaisasi serta bimbingan terkait lingkungan hidup kepada lingkungan sekolah, mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan tujuan, agar seluruh lingkungan sekolah menjadikan edukasi cinta lingkungan sebagai salah satu kurikulum tambahan yang nantinya, akan menghasilkan lingkungan pendidikan yang bersih sehat dan nyaman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar Drs. Syukri melalui Kabid Pembinanan dan Penataan Lingkungan Hidup Mudassir, SH mengatakan, program Adiwiyata tersebut telah berlangsung sejak dua tahun terakhir,yaitu tahun 2017, 2018 dan tahun 2019.

Setiap tahun sedikitnya ada 6 sekolah yang menjadi target pelaksanaan program dimaksud yakni dua sekolah dijenjang SD/MI, dua sekolah Jenjang SMP/MTsN dan dua sekolah SMA/MA.

Kepada sekolah yang telah ditetapkan akan didatangi petugas Lingkungan Hidup untuk dilakukan verifikasi terhadap sejumlah kriteria yang dibutuhkan untuk keluar sebagai juara dan sekaligus mewakili Kabupaten Aceh Besar ke provinsi Aceh setiap tahunnya.

“Setelah kita menetapkan, maka sekolah tersebut kita datang dan memverifikasi terhadap item yang menjadi target penilaian,” Kata Mudassir.

Mudassir juga, menyebutkan untuk tahun 2019 ini juga telah diajukan sebanyak 6 sekolah untuk menjadi target program  Adiwiyata dan akan segera dilakukan verivikasi.

Diharapkan melalui program tersebut akan melahirkan sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan sekaligus mendidik generasi cinta lingkungan dan sebagai modal diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat diluar sekolah. (***)

 

Empat Aspek Penilaian Adiwiyata

Kabid Pembinanan dan Penataan Lingkungan Hidup Mudassir, SH

Program Adiwiyata yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk menciptakan  lingkungan hijau sekolah, membina generasi yang peduli lingkungan  dan membudayakan kehidupan bersih dan sehat yang laksankan  dalam bentuk semi perlombaan ini terdapat penilaian terhadap sejumlah aspek yang dijadikan sebagai penilaian satu dengan sekolah lainnya.

Aspek tersebut adalah pertama aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kedua aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan, ketiga aspek kegiatan sekolah berbasis partisipatif dan ke empat aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Aspek dimaksud merupakan item yang menjadi titik penilaian petugas dari Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan nilai bagus tidaknya sekilah tersebut sebagai lingkungan pendidikan yang peduli lingkungan.

Dalam aspek tersebut tidak cuma menuntut partisipatif para guru dan anak didik semata, tapi juga dilihat dukungan dari orang tua siswa dan lingkungan sekitar. Maka untuk keluar sebagai sebuah sekolah yang layak mendapatkan predikat Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup, maka diharapkan terpenuhi semua aspek dimaksud.

Berdasarkkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar, jumlah sekolah yang sudah memenuhi kriteria tersebut masih sangat sedikit, bahkan sejumlah sekolah belum memasukkan bimbingan dan cinta lingkungan hidup kedalam kurikulum sekolahnya.

Diharapkan kedepan seluruh sekolah dapat menjadikan program kepedulian lingkungan menjadi salah satu mata pelajaran ektraskurikuler  yang tercantum dalm visi misi sekolah bersangkutan. (***)

Tiga Aspek Dasar  Alasan Banyak  Sekolah Belum Lulus Adiwiyata

Salah satu item penilaian dalam verifikasi program Adiwiyata adalah penghijauan yang dikelola oleh sekolah dan mengandung nilai lebih serta bersih, yaitu tumbuhan hydroponik.

Berdasarkan hasil verifikasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar  baru sebahagian kecil lingkungan pendidikan yang sudah dapat dilakukan verifikasi dan pelaksanaan program Adiwiyata, sebab sekolah dimaksud belum terdapat sejumlah hal yang dibutuhkan sebagai persyaratan untuk diterapkan program Adiwiyata sebagimana yang dilaksanakan di beberapa sekolah di Aceh Besar selama ini.

Hal tersebut, yaitu belum memiliki ruang terbuka hijau, sistem pengelolaan sampah yang belum tertib dan terkesan belum tertata dan partisipatif.  Hal tersebut merupakan adalah aspek yang akan menjadi penilaian dalam verifikasi sebagai sekolah peserta Adiwiyata.

Kabid Pembinanan dan Penataan Lingkungan Hidup Mudassir, SH, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar, menyebutkan padahal Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten yang terdekat dengan ibu Kota provinsi Aceh yang seharusnya tingkat kebersihan dan kepedulian kepada lingkungan harus lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain yang lebih jauh dari pusat Ibu Kota provinsi Aceh.

“Masih banyak hal yang menyebabkan sekolah kita di sini belum dapat kita terapkan program Adiwiyata, karena sejumlah aspek yang dibutuhkan belum terpenuhi,” kata Mudassir.

Diharapkan kedepan adanya kepedulian dari sekolah, wali murid dan lingkungan untuk mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang hujau, bersih dan terlengkapi kebutuhan sebagai lingkungan ideal sekolah sehat.

“Kita berharap kedepan terus termotifasi masyarakat dan pendidik untuk menciptakan lingkungan sekolah ideal dan hijau,” demikian harap Mudassar. (***)

Alfikar dan Nurul Duta Lingkungan Aceh Besar

Alfikar Akbar dan Nurul Nafisa Duta Lingkungan Kabupaten Aceh Besar tahun 2017 dari SMAN I Lhok Nga Kecamatan Lhoknga Aceh Besar

Alfikar Akbar dan Nurul Nafisa direncanakan akan mewakili  Kabupaten Aceh Besar  ke Provinsi Aceh dalam ajang Duta Lingkungan.  Kedua Putra Putri Aceh Besar itu merupakan duta lingkungan Aceh Besar dari hasil seleksi yang digelar tahun 2017 tingkat Sekolah Menengah Atas di Aceh Besar.

Setelah dilakukan seleksi oleh pihak terkait maka Siswa Siswi SMAN Lhoknga  keluar sebagai Duta Lingkungan Kabupaten Aceh Besar dan akan menjadi perwakilan untuk mengikuti lomba Duta Lingkungan di tingkat Provinsi Aceh yang digelar pertengahan tahun 2019 mendatang.

Alfikar Akbar dan Nurul Nafisa merupakan pemenang seleksi Duta Lingkungan yang digelar di SMA Lhoknga Aceh Besar pada tahun 2017. Mereka dianggap mampu menguasai tentang tehnik pengelolaan lingkungan yang sehat dan kiat dalam mengambil kebijakan untuk  mewujudkan lingkungan yang bersih , hijau dan sehat dimilikinya.

Diharapkan melalui lahinya Duta lingkungan tersebut dapat meneruskan pertarungan kecerdasan dalam mengelola lingkungan dalam perlombaan di tingkat Provinsi Aceh, mampu mendongkrak semangat sekolah tempat mereka menimba ilmu dan menjadi motifasi bagi sekolah lain di Aceh Besar, untuk dapat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler itu dan melahirkan lingkungan sekolah yang lebih baik, sehat dan hijau serta dapat memberikan kenayaman bagi siswa siswi yang menempuh pelajaran di Sekolah bersangkutan. (***)

Profil  Duta Lingkungan Aceh Besar, hasil seleksi tahun 2017

  1. Nama: Alfikar Akbar

Tempat tanggal Lahir : Lampaya Lhok Nga, 13 januari 2001

Asal Sekolah                  :  SMAN I Lhok Nga

Jenis kelamin                : laki Laki

Tinggi Badan                 : 172 cm

  1. Nama : Nurul Nafisa

Tempat tanggal Lahir : Aceh Besar, 06 November 2001

Asal Sekolah : SMAN I Lhok Nga

Jenis Kelamanin : perempuan

Tinggi badan : 168 cm 

 

Disampaikan Oleh: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *