Lampoh Raya, Destinasi Kuliner Khas Aceh Rayeuk

Masakan Khas Aceh Rayeuk (Aceh Besar) merupakan salah satu kuliner yang dicari penikmat kuliner. Tidak cuma para masyarakat lokal, tapi luar daerah hingga turis mancanegara tidak asing lagi  lidah mereka dengan namanya masakan khas tanah Pahlawan Wanita Aceh, Cut Nyak Dhien. Apa lagi sajian kuliner yang ditawarkan oleh Lampoh Raya  masakan ala “Rumahan”.

Daging Sapi Masak Masam Keu Eung (asam pedas) juga turut diunggulkan oleh rumah makan Lampoh Raya, karena permintaan pelanggan yang cukup tinggi

Tentu saja mencicipi makanan di Lampoh Raya terasa bagaikan menikmati masakan, sang istri sendiri di rumah, atau masakan orang tua  di rumah, sehingga yang diperoleh dari mengunjungi Rumah Makan Lampoh Raya bukan cuma kenikmatan dan Kelezatan makannya tapi termasuk rasa suasana bagai di rumah sendiri. Bagi pelancong dari luar daerah atau turis mancanegara sangat cocok untuk menyempatkan diri berkunjung ke rumah  makan ini.

Sudah banyak wisata kuliner yang menawarkan masakan yang cukup menggoyangkan lidah penikmat akan cita rasa khas Aceh Besar, tidak cuma dalam Kabupaten bersangkutan, tapi juga di kabupaten lain di Provinsi Aceh. Umumnya destinasi kuliner yang dilogokan masakan khas Aceh Besar diburu pengunjung.

Namun, untuk menikmati beragam masakan khas Aceh Rayeuk, penikmat tidak harus mencari ke sana sini, tapi di sekitar pusat ibu kota Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar juga tersedia. Berbagai jenis masakan khas Aceh Rayeuk dengan fasilitas yang begitu adem dan elegan.

Rumah Makan Lampoh Raya, itulah nama destinasi kuliner yang menyajikan beragam masakan khas Aceh Rayeuk setiap saat. Dapat dipesan dalam jumlah kecil maupun dalam jumlah partai besar.

Rumah makan yang dibangun pertengahan Mei 2018 ini, terletak di sebalah timur komplek Kuburan Massal Siron, Ingin Jaya Aceh Besar atau sekitar 1 kilo meter dari bundaran Lambaro menuju Bandara Internasional  Sultan Iskandar Muda,   Blang Bintang  Aceh Besar.

Beragam masakan khas Aceh Rayeuk disediakan di sana, seperti Kuah Beulangong berbahan daging Sapi dan Kambing, Ayam Goreng (ayam kampung), Ayam Masak Aceh, Sie Reuboh (masakan Khas Aceh Besar) Udang  Tempura, Ayam Tangkap, Daging Sapi Masak  Aceh,  Sate Ayam, Ikan Paya Goreng, Payeh Daun Mulieng (Meulinjo), Bunga Kates, Kemamah (ikan kayu) berbagai bentuk masakan,  Kuah Plik U (makanan khas Aceh), Peyek Udang, dan berbagai jenis makanan lainnya yang dapat memanjakan lidah pengunjung.

Selain, masakan khas Aceh Besar yang sangat disukai oleh banyak pengunjung termasuk turis mancanegara,  Rumah Makan Lampoh Raya, juga menyediakan beraneka juice, untuk menambah lengkapnya hidangan yang dicicipi pengunjung.

Rumah Makan Lampoh Raya, tidak cuma memanjakan pelanggannya dengan berbagai makanan dan minuman yang disajikan oleh Cooki Cooki handalnya, tapi fasilitas yang disediakan juga sangat memanjakan siapa saja yang berkesempatan singgah di rumah makan tersebut. Mengapa tidak area parkir yang luas dan bersih serta fasilitas berbagai tipe telah menanti di sana, seperti ruang VIP yang dilengkapi oleh fasilitas AC dan dikelilingi oleh taman mini di sekililingnya, memberikan kenyamanan tersendiri saat berada di lingkungan Lampoh Raya itu.

Sejumlah pondok peristirahatan, fasilitas umum MCK dan Musalla, melengkapi kebutuhan seorang pengunjung dalam menikmati kelezatan makanan yang disajikan dengan harga yang cukup terjangkau dan juga tidak harus melupakan kewajibanya dengan sang Khaliknya yaitu ibadah salat lima waktu, jika kebetulan tiba waktu salat wajibnya, saat masih berada di lokasi rumah makan tersebut.

Disisi keamanan, bagi kaum ibu yang turut membawa serta para buah hatinya, tentu tidak akan dilanda risau saat berada di lokasi rumah makan tersebut. Rumah makan ini memang berdiri indah di bibir jalan Lambaro – Blang Bintang (Bandara Internasional  SIM) tapi, lingkungan yang didesain sedemikian rapi dan aman akan memberikan jaminan untuk tidak risau dan menggangu ketenangan kaum ibu dalam menikmati hidangan makanan lezat. Karena seluruh lingkungan cukup aman dari berbagai potensi bahkan area yang tersedia juga mendukung anak anak untuk bermain bebas.

Direncakanan, kedepan sejumlah fasilitas bermain bagi anak anak juga akan turut disediakan. Sehingga destinasi wisata kuliner Rumah Makan Lampoh Raya ini, menjadi satu satunya destinasi kuliner ramah lingkungan, ramah polusi, dan ramah anak. (***)

                                                                

Berawal dari Skill Istri dan Dukungan Terhadap Kuliner Daerah

Haji Teuku Sayuti, Pemilik rumah Makan Lampor Raya, Siron, Ingin Jaya Aceh Besar memamerkan menu masakan Daging Sapi Asam Keu eung, salah satu menu unggulan dirumah makannya

Haji Teuku  Sayuti adalah pemilik Rumah makan Lampoh Raya. Pria setengah baya ini mengisahkan awal mulanya mendirikan Rumah Makan Lampoh Raya pada pertengahan Mei 2018 lalu.

Skill yang dimiliki sang istri menumbuhkan semangat berwirausaha di bidang kuliner yang menyajikan masakan Khas Aceh Rayeuk ini. Dimana Istri Sayuti yang notaben adalah putri Gampong Siron Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, memliki keahlian soal masak memasak berbagai jenis makanan khas Aceh Besar. Sebelum membangun usaha kuliner yang telah menelan biaya hingga Rp 2 Milyar ini, keluarga Sayuti juga membuka usaha katering dalam berbagai kapasitas.

Sayuti yang merupakan putra Asli Pidie ini dikenal dengan dengan keuletannya dalam soal bisnis, bersama sama keluarga hasrat tersebut pun diwujudkan, didukung dengan bentuk proaktif dalam menyediakan fasilitas kuliner untuk melengkapi pelayanan bagi tamu yang datang ke Aceh Besar.

Ternyata, cita cita tersebut mampu didirikan dan diresmikan sejak pertengahan Mei 2018 lalu. Lokasi yang stretegis yaitu di lokasi yang kerab dikunjungi masyarakat dalam dan luar daerah yaitu kuburan massal Siron, dan jalur lintas para elit mendorong usaha yang saat ini menampung 10 tenaga kerja tetap itu kearah yang lebih maju dan berkembang.

Konsep keramahan yang dianut Sayuti membuat destinasi kuliner Rumah Makan Lampoh Raya ini di buru pelanggan. Dimana lingkungan yang bersih dan aman bagi pengunjung maupun kendaraan serta anak anak, membuat Sayuti disibukkan oleh ratusan pengunjung setiap hari.

Saat ini Rumah Makan Lampoh Raya memiliki omset lebih dari Rp 50 juta perbulan. Rumah makan lampoh raya, tidak Cuma melayani para penikmat makanan Khas Aceh Besar, tetapi juga membuka katering untuk acara kecil dan besar hingga kapasitas 1000 pengunjung.

“Kita juga menerima kegiatan pesta atau acara keramaian hingga kapasitas seribu orang,” kata Sayuti.

Menurut Sayuti, skill yang dimiliki sang istri benar benar sudah dapat memberikan kemakmuran bagi keluarganya dan sejumlah tenaga kerja yang dipekerjakan di rumah makan tersebut. Ia juga berkomitmen untuk terus menambah berbagai fasilitas pendukung, seperti lapangan parkiran yang luas, sarana bermain anak anak, dan keanekaragaman menu hidangan, sehingga berbagai permintaan pengunjung dapat tersedia nantinya.

“Menu khas menjadi menu utama, namun juga akan kita sediakan berbagai menu lainnya yang masih berkaitan dengan makanan khas Aceh Rayeuk dan Aceh, serta juga akan kita siapkan fasilitas Sovenir khas Aceh di sini nantinya,” demikian ujar  Teuku Sayuti. (***)

Buru Gule Chu Jadi Favorit  di Lampoh Raya

Menu masakan Sie Reuboh salah satu menu masakan unggulan Rumah Makan Lampoh Raya, Sie Reuboh adalah masakan khas Aceh Besar yang disukai oleh para pengunjung baik lokal maupun turis mancanegara.

Gulai Cue (Siput) yang disajikan oleh Rumah Makan Lampoh Raya ternyata cukup memikat hati bagi penikmat kuliner khas Aceh Besar. Mengapa tidak Gule Cue yang disajikan dalam masakan berkuah memberikan cita rasa yang khas dan cukup lezat.

Teuku Sulaiman, salah seorang pelanggan tetap Rumah  Makan Lampoh Raya, kepada media ini mengungkapkan kecanduannya dengan gulai Cue itu, sudah sejak pertama rumah makan itu didirikan, kelezatan dari siput sungai itu seperti tidak ada puasnya, dan setiap hari dipesannya.

“Selain,sejumlah masakan khas Aceh Besar yang disajikan di sini, Kuah Cue itu sangat saya sukai dan hampir setiap hari saya memesannya,” kata Sulaiman, yang ditemui usai memesan sejumlah masakan di Rumah Makan Lampoh Raya saat itu,untuk makan siangnya.

Sulaiman, mengakui bahwa sejak  dibangunnya Rumah Makan Lampoh Raya itu, tidak cuma dirinya yang ketagihan dengan berbagai jenis masakan khas Aceh Besar yang disediakan Lampoh Raya, tapi seluruh karyawan di kantor tempat dia bekerja turut tercantol dengan rasa dan kenyaman yang ada di Lampoh Raya.

“Adem, nyaman dan penuh kenikmatan saat kita makan di sini, apalagi dengan teman teman benar benar asyik dan kita temukan nikmatnya khas Aceh Besar,” puji Sulaiman.

Pada kesempatan tersebut, Sulaiman berharap agar usaha tersebut dapat terus dikembangkan, mengingat posisi yang stretegis dan kelezatan makanan khas Aceh Besar yang disajikan secara rutin cukup memberikan kepuasan bagi penikmat makanan lezat.

“Kita berharap dapat terus berkembang usaha ini, guna membantu para penikmat makanan lezat Khas Aceh Besar lebih mudah memperolehnya,” demikian harapnya. (***)

Mengintip Aktifitas di Dapur Bersih Sang Cook

Tukang masak di dapur bersih rumah makan Lampoh Raya, sedang mempersiapakn sejumlah menu hidangan kepada pelanggan yang telah mengordernya, Rumah Makan Lampor Raya mendesain dapur secara baik yang setiap menu terdapat lokasi peracikannya secara khusus, guna menciptakan cita rasa yang khas.

Para karyawan dan karyawati di Rumah Makan Lampoh Raya, tampak segar dan cantik, meski panas api kompor gas menyelimuti suasana di dapur bersih yang dijadikan lapangan kerja baginya.  Pukul 09.00 WIB pagi merupakan waktu awal mereka sibuk. Untuk hari hari biasa. Tidak jarang kesibukan mengayun belibis dimulai jauh lebih pagi, akibat pesanan yang diminta lebih awal tersedia.

Para cook yang terdiri dari wanita muda itu, tampak  berwajah ayu meski suasana berhadapan dengan panasnya masakan yang dipesan pengunjung. Seperti pekerjaan itu bukan suatu hal yang berat bagi mereka. Dengan lincah belanga demi belanga diaduk satu persatu agar citarasa nikmat dan lezat tetap terjaga dengan selogan yang diusung yaitu masakan khas Aceh raeyuk.

Sedikitnya ada tiga cook yang selalu wara wiri di dapur berukuran 3x 5 meter itu, dengan tugas masing maisng, yaitu memasak sejumlah jenis masakan, menyiapkan ke dalam hidangan dan menyajikan kepada pemesan. Bersebrangan dengan ruangan para gadis gadis cantik itu bergulat dengan sejumlah jenis masakan, terdapat seorang pria yang mengenakan pakaian cooki berteman sebuah kuali berukuran besar yang diisi dengan minyak makan di dalamnya.

Tampak stand by, menanti aba aba akan jumlah potongan ayam kampung yang harus digorengnya. Setelah lis (daftar) pesanan diterimanya, sendok belibih yang telah tersedia disisinya juga digoyangkan dan suara riuh minyak bak gemuruh pun terdengar. Meski dari jauh aroma khas ayam goreng Aceh Rayeuk tercium jelas, dan tentunya akan menggugah selera makan bagi  siapapun yang menciumnya.

Ayam digoreng, bila mana permintaan sudah tiba, guna menyajikan makanan yang hangat dan gurih.

“Potongan ayam ini baru kita goreng jika order sudah tiba, supaya pemesan dapat menikmati masih dalam kondisi hangat dan gurih,” kata pria hitam manis ini kepada awak media saat meninjau dapur bersih Rumah Makan Lampoh Raya saat itu.

Tekait dengan jumlah sajian perhari yang disiapkan, kata pria ini tidak kurang dari puluhan ekor ayam, sebab umumnya para pengunjung yang tiba, menu  ayam goreng menjadi permintaan utama, artinya hampir seluruh pemesan yang berkunjung memesan ayam goreng.

Menu ayam goreng, tidak menjadi hal yang tabu lagi, sebab jika sebuah rombongan atau personal yang berkunjung ke rumah makan bertaraf mewah dan dan besar, seperti Rumah Makan Lampoh Raya, menu ayam goreng memang sudah dijadikan menu utama, meski tidak dipesan.  Apa lagi ayamgoreng masakan Khas Aceh Rayeuk, sudah pasti menjadi incaran setiap penikmat kuliner Khas Aceh Rayeuk, mengingat kelezatan bumbu dan kualitas ayam yang dihidangkan tentu akan memberikan cita rasa tersendiri bagi penikmat.

Dari dapur bersih para cook wanita sebelumnnya, juga tampak terlihat sejumlah masakan khas Aceh Rayeuk, seperti Sie Reubus (daging sapi rebus dibumbu) Sie Masak Masam Keu Eung (asam manis),  (***)

Disampaikan Oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Aceh Besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *