Wisata Religi dan Sejarah Andalan Sabang

Pemerintah Kota (Pemko) Sabang tidak hanya memfokuskan pada potensi wisata bahari, tetapi juga terus berupaya mengembangkan potensi wisata yang ada di pulau itu. Bahkan, Sabang kini dijadikan sebagai kota wisata yang Islami dan religius, karena ada berbagai konsep dan strategi yang dapat digali, untuk dijual dengan harga tinggi. 

Wali Kota Sabang Nazaruddin,S.I.kom pada setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa, Sabang berada di Provinsi Aceh dan juga masuk dalam daerah yang diberlakukan Syariat Islam. Maka, walau pun potensi yang dikembangkan Pemko Sabang adalah potensi wisata, akan tetapi tetap saja mengedepankan norma-norma keislaman.

Untuk itu, Pemko Sabang telah membangun dan menempatkan rumah-rumah ibadah seperti Mushalla di kawasan objek wisata, sehingga bagi wisata Muslim yang berkunjung ke Sabang, tidak perlu khawatir untuk melaksanakan kewajibannya selama berada di Sabang, sebab setiap pelosok tujuan wisata tersedia tempat beribadah.

“Wisatawan Muslim yang berkunjung ke Sabang, tidak perlu khawatir terhadap tempat ibadah karena Pemko Sabang telah membangun dan menyediakan rumah dan sarana untuk beribadah seperti Mushalla. Dan tempat-tempat ibadah tersebut dijamin bersih dan suci,” kata Wali Kota yang lebih dikenal sapaan Tgk Agam ini.

Dijelaskan, bahwa sektor pariwisata yang ada di Sabang telah menjadi sumber pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang luar biasa, maka Pemko Sabang terus kembangkan potensi tersebut. Bahkan, selain potensi wisata bahari dan juga terus dikembangkan pariwisata religius dan sejarah, dimana kedua potensi itu sendiri tak kan habis-habisnya jika digali,

Karena Sabang memiliki wisata sejarah dari objek peninggalan zaman dahulu yang bisa dilestarikan.seperti bunker dan benteng peninggalan Jepang serta situs-situs bangunan Kolonial Belanda yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai salah satu objek wisata sejarah, dengan nilai yang sangat tinggi. Oleh karenanya, objek-ebjek wisata sejarah tersebut kini juga terus dilestarikan.

“Oleh sebab itu, untuk meningkatkan pengembangan kawasan wisata di Sabang selain kawasan bahari kami juga melakukan  berbagai sektor lainnya termasuk pengembangan wisata sejarah dan wisata religi. Pasalnya, di Sabang juga terdapat makam aulia 44 keramat yang akan menjadi objek wisata Islami,” jelas Tgk Agam.

Siapkan SDM Yang Handal

Keberadaan Sabang kini sudah mendunia khususnya tentang keelokan bumi terhadap potensi wisata, maka Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, untuk  mengembangkan potensi wisata bahari, religi dan sejarah membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Kemudian, guna mencapai kedudukan pariwisata seperti daearh lain yang sudah lebih maju, perlu sarana dan prasarana pendukung yang lebih baik lagi seperti infrastruktur.

Dengan berkembangnya pariwisata di pulau paling barat Indonesia ini tentunya semakin menambah kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi rakyat Sabang khususnya Aceh secara umum. Maka, SDM menjadi ujung tombak dalam pengembangan kawasan wisata Sabang, tanpa SDM yang matang akan lambat untuk melangkah lebih maju.

Masyarakat pada umunya mengenal wisata itu adalah kegiatan tempat berlibur atau berekreasi, sebenarnya apa yang ada dalam pikiran khalayak ramai itu untuk kepentingan ekonomi, sosial dan kebudayaan. Dengan ada kawasan wisata maka pengunjung akan datang dan timbul ekonomi dari wisatawan.

“Beberapa pengertian berdasarkan pengertian dalam ilmu pariwisata dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pariwisata, seperti tersedianya alam yang indah baik bumi maupun laut dan semua itu harus dikemas oleh SDM yang  handal serta berkemampuan dibidangnya.” demikian disampaikan Wali Kota Sabang Nazaruddin,S.I.Kom (Foto).

Misalnya, tambah Wali Kota objek wisata bahari di Sabang telah ditempatkan wide daiving yang berpengalaman, untuk obyek wisata alam juga demikian ada petugas yang menguasai dan memahami alam sekitar dan bagi objek wisata sejarah ada pakar yang mengetahui tentang sejarah itu sendiri,.

“Begitu juga terhadap wisata religi kita siapkan tenaga yang menunjuk jalan serta tau latar belakangnya,” ujarnya.

Maka, Pemko Sabang telah membuat rencana-rencana atau kebijakan yang diprogram dengan cermat untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada di Sabang, sehingga dapat memperoleh devisa dari sektor ini dengan hasil yang maksimal. Semua itu, dapat diraih tentunya dengan SDM yang handal.

Seperti kita ketahui, sektor pariwisata merupakan penghasil devisa yang sangat besar baik bagi daerah itu sendiri maupun bagi pusat, disamping sektor lainnya. Oleh karenanya, pemerintah daerah terus meningkatkan pembangunan bidang pariwisata guna mendukung kebutuhan sektor tersebut.

Mampu Mensejahterakan Rakyat

Dengan berkembangnya potesni pariwisata yang ada di Sabang, maka sektor ini dapat mensejahterakan kehidupan rakyat. Karena, sektor tersebut salah satu penunjang dan pemasukan terbesar sehingga masyarakat terutama yang terlibat langsung dengan industri wisata kehidupan mereka sudah mapan.,demikian disampaikan Wali Koat Sabang Nazaruddin,S,I,Kom.

Menurutnya, industri pariwisata yang ada di Sabang merupakan salah satu sektor yang dapat mengurangi angka kemiskinan dan dapat mensejahterakan rakyat. Untuk itu  perlu persiapan yang lebih  matang lagi  untuk dapat setara dengan daerah kunjungan wisata lainnya yang telah lebih maju, agar masyarakat Sabang juga tentunya akan lebih sejahtera lagi.

Dalam proses pengembangan potensi pariwisata Pemko Sabang, juga ikut mengandeng Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), dimana lembaga tersebut telah berperan aktif dalam pengembangan sarana dan prasarana pendukung pariwisata Sabang.

Apalagi sektor pariwisata mampu menghasilkan pendapatan bagi masyarakat melalui berbagai bisnis dan usahanya seperti Home Stay, Perhotelan, Rumah Makan, Daiving, Rental Kendaraan, Becak, Bus Umum dan pelaku-pelaku bisnis yang bergerak di sektor pariwisata lainnya, sebut Wali Kota.

Diharapkan kepada pelaku usaha wisata, agar dapat meningkatkan kreatifitas dan membuka jejaring kerja dalam pengembangan pariwisata di Sabang. Dengan kemajuan teknologi yang serba cepat pelaku usaha wisata, harus mampu bekerjasama dengan pihak lain di luar Sabang.

Hal itu sebagai promosi tentang Sabang saat ini yang kian maju sehingga, sama-sama meraih keuntungan melalui jejaring yang terjalin baik. Seperti hubungan dibidang promosi hotel, daiving dan mempromosi keindahan Sabang yang begitu molek tentunya dengan menawarkan paket-paket yang terjangkau. Karena sektor pariwisata benar-benar dapat meningkatkan perubahan bagi kesejahteraan rakyat.

“Memang angka pengunjung yang berwisata ke Sabang dari tahun ke tahun terus meningkat, namun tidak cukup sampai disitu saja kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sabang. Karena dampak dari meningkatnya pengunjung wisatawan ke Sabang, masyarakat merasakan dampaknya,” jelas Wali Kota lagi.

Bank Indonesia Ikut Aktif

Pengembangan kawasan wisata Sabang tidak hanya didukung Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh, akan tetapi dunia perbankan ikut perduli seperti yang dilakukan  Bank Indonesia (BI). Bank plat merah ini telah membuat kotak khusus sebagai tanda keterlibatannya dalam pengembangan kawasan wisata Sabang.

Dimana pihak BI sendiri menjadikan Sabang sebagai kawasan “Kawasan Strategis Pariwisata Aceh”. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bidang perdagangan dan jasa akomodasi di Aceh, berkaitan erat dengan kontribusi dari sektor pariwisata seperti kawasan tujuan wisata internasional Sabang.

Berbicara pariwisata kita harus ikut membawa cerita terhadap sisi lainnya seperti sejarah, budaya termasuk kuliner. Nah, di Sabang kini suadah mendapat nama sampai ke luar negeri tentang kuliner misalnya Sate Gurita, Bunker Peninggalan Sejarah dan juga kesenian daerah.Oleh sebab itu BI memandang perlu ikut terjun karena ada ketarikan dan keunikan potensi yang dimilliki pulau Sabang,

Bank Indonesia Aceh pernah meulis  bahwa, salah satu objek wisata sangat terkenal dan paling besar kontribusi pariwisatanya di Aceh ialah kawasan wisata Sabang. Meskipun sudah cukup terkenal di telinga para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, kawasan ini masih memiliki berbagai potensi wisata yang dapat untuk dikembangkan.

Kawasan Sabang merupakan daerah paling ujung barat Indonesia. Pemerintah Aceh menjadikan Sabang sebagai andalan utama destinasi wisata di provinsi ini, khususnya wisata bahari atau maritim.

“Pada tahun 2016 Sabang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPD) dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” tulis BI.

Menurut BI, sebagai salah satu destinasi wisata paling utama dan strategis di Provinsi Aceh, sektor pariwisata di Sabang telah memberikan kontribusi hampir 70 persen terhadap perekonomian di Kota Sabang. Dari para wisatawan tersebut tercatat rata-rata pengeluaran para turis berkisar antara Rp1.100.000/hari. Angka tersebut diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan ditemukannya beberapa objek wisata baru di kawasan tersebut.

Untuk lebih memaksimalkan diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kota (Pemko) Sabang  harus membangunan sekolah perhotelan atau pariwisata, agar wisatawan yang berkunjung ke Sabang akan menambah nilai bahwa di Sabang, juga ada sekolah khusus yang berkaitan dengan pariwisata., (sumber BI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *