Ryani Mutia Rahman,SE : Perempuan Hebat di Legislatif Penting

Keberadaan perempuan yang berkemampuan untuk mewakili rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, sangat penting hal itu guna membela hak-hak perempuan. Kesetaraan perempuan hari ini dalam hal membela haknya sebagai kaum hawa, harus diduduki oleh perempuan yang berkemampuan pula, bukan sekedar kepentingan jaringan politik dan kelompok tetapi murni menjalankan aspirasi wanita.

Calon Legeslatif (Caleg) nomor urut 3 yang meluncur dari Partai Demokrat daerah pemilihan Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Ryani Mutia Rahman,SE berpendapat bahwa keberadaan perempuan di lingkungan DPRK, penting adanya, karena ketertaraan kaum hawa sekarang ini dengan laki-laki dalam membela hak wanita adalah sama., kata Ryani Mutia Rahman.

Untuk itu, ia menghimbau kepada pemilih agar mencermati calon anggota legeslatif yang benar-benar mampu bersatu dengan kaum laki-laki darimana pun partainya. Karena, kaum hawa setelah menjadi anggota dewan bukan sekedar duduk manis semata tetapi ada tanggung jawab besar yang wajib dijalankan.

Kehadiran kaum hawa mewakili jenisnya di legeslatif harus menjadi sosok teladan dan pembelaan bagi kepentingan rakyat al-khusus kepentingan dan kebutuhan “Cut Mak dan Cut Kak”, yang kerap berada dibelakang kepentingan laki-laki. Pasalnya, perempuan dijaman melinial ini kebutuhan dan kerja kerasnya sama apa yang dilakukan dan dibutuhkan laki-laki.

 “Keberadaan perempuan sangat penting di legeslatif,karena bagi kaum hawa nantinya dapat menyampaikan kepada wakilnya di DPRK sesuai keinginan dan harapan kaumnya. Pun begitu, yang terpenting lagi adalah perempuan yang menduduki kursi legeslatif harus yang benar-benar mampu memberikan hasrat rakyat terutama apa yang diharapkan rakyatnya”.,sebut Ryani Mutia Rahman..

Untuk mempermudah pencermatan siapa yang pantas duduk menjadi anggota dewan tentunya kembali kepada rakyat yang memilih, jika salah pilih sudah pasti hilang pula keinginan dan harapan yang dicita-citakan. Namun, kalau masyarakat bisa melihat dan cermat dalam memilih maka pilih lah yang memiliki ilmu pendidikan yang memadai sesuai kemampuannya.

Dalam tata cara mengetahui aspirasi politik secara pribadi, pemilih bisa mengidentifikasi hal yang menjadi kebutuhan individu dan masyarakat secara umum dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara sehari-hari. Maka sebagai pemilih yang baik dan rasional harus memahami dulu apa yang menjadi kebutuhannya dan kebutahan masyarakat luas.

Cara-cara mencermati tersebut juga harus diimbangi dengan  rekam jejak Caleg, agar program yang ditawarkan hanya berupa janji semata dan tidak sanggup merealisasikannya. Setiap Caleg punya cara tersendiri masing-masing dalam menyampaiakn visi dan misinya dan tata menyusun janji-janji manis itu hal biasa.

Tetapi masyarakat harus mengoreksi apakah si Caleg punya kredibilitas dan rekam jejak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan asal pilih kerana sesuatu itu namanya senang sehari menderita selam lima tahun lamanya. Belum lagi proses pembangunan yang dinanti-nantikan masyarakat, belum tentu dapat dijalankan dengan baik.(*)

Sampaikan Visi Misi Yang Profesional Tanpa Hoax dan Singgung Orang Lain

Seluruh Calon Legeslatif (Caleg) telah terdaftar sesuai nomor urut masing-masing, yang tercatat di Daftar Calon Tetap (DCT), dalam waktu dekat akan dilaksanakan masa tahapan kampanye yang merupakan masa yang ditunggu-tunggu setiap Caleg untuk menyampaikan programnya.

Maka, masa kampanye  tidak akan disia-siakan, terutama para calon anggota legislatif  perempuan yang berlaga pada Pemilu 2019. Memang, persentase Caleg perempuan yang menjadi caleg pada Pemilu 2019 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan Pemilu 2014 silam. Dimana priode lalu itu kaum perempuan selain kurang minat dan juga, tidak masuk dalam jumlah persen peserta Caleg.

Pada Pemilu kali ini keterwakilan perempuan harus ada 30 persen di parlemen, sehingga para kaum hawa sudah saatnya masuk melenggang ke legeslatif ramai-ramai. Tetapi, maju dalam langkah di DPRK bukan sebagai kelok kumulai ayunan langkah kaki, melainkan melangkah untuk mnembela rakyat semesta.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh kaum perempuan apabila terpilih dan menduduki kursi dewan, terutama mengedepankan sosok jati diri sebagai wanita, kedua harus mampu menunjukan kinerja seorang wanita karir bukan wanita biasa-biasa saja dan kemudian tunjukan kemampuan berpikir agar masyarajat sejahtera”., kata Ryani Mutia Rahman,SE, Caleg DPRK Sabang dari Partai Demokrat.

Ditambahkannya, selama ini keterwakilan perempuan di partai politik hanyalah sebagai pelengkap dalam mengisi ruang–ruang kosong, sehingga kerap keberadaan perempuan terkesan tidak terwakilkan kaumnya. Nah, sekarang masyarakat lah yang dapat melihat siapa yang layak dan berhak menjadi anggota dewan.

Karena dalam aturan berdemokrasi siapa pun yang berkenan untuk mencalonkan diri dipersilakan, asalkan memenuhi syarat yang ditentukan oleh KIP. Namun begitu, ada hal penting lainnya yang harus dicermati masyarajat yaitu, kemampuan dalam berbicara ketika terpilih nantinya.

Kalau sekedar terpilih kemudian hanya menerima gaji setiap bulan, perjalanan dinas yang belum tentu bermamfaat bagi rakyat dan mengelola dana aspirasi setiap tahun, sipapun bisa menjadi anggota dewan tetapi, untuk memikir kepentingan bangsa dan Negara siapa orangnya yang bisa berbuat secara sungguh-sungguh., ujarnya.(*).

Jangan Remehkan Kedudukan Perempuan di Parlemen

Harus dikaui bahwa selama ini keberadaan perempuan sangat dikesampingkan namun, jangan salah menilai lahir kaum wanita dimuka bumi ibarat gunung yang mengstabilkan bumi dari kemiringan. Oleh sebab itu, jangan remehkan kedudukan wanita terutama di parlemen. 

Coba perhatikan gerak langkah kaki mungil wanita di era ini, potensi perempuan begitu besarnya dalam menjalankan tugas yang sesuai kiprahnya. Maka, perempuan harus menjadi perhatian bagi bangsa ini dalam segala hal, termasuk dalam berpolitik yang dijalani oleh perempuan itu sendiri.

Kita boleh melihat kemajuan dan peran perempuan di dalam kepemimpinan di Indonesia sungguh luar biasa, tentunya perempuan-perempuan yang memiliki latar belakang ilmu pendidikan yang memadai. Apa yang diharapkan seorang perempuan karir dalam cara berpolitik. Keinginan para perempuan untuk mendapatkan jatah  dalam kancah politik pun akhirnya terakomodasi.

Tetapi masyarakat diharapkan tidak salah dalam melihat kedudukan perempuan, yang sedang dalam mengikuti proses pemilihan Calon Legeslatif (Caleg). Apakah perempuan tersebut berkiprah dalam masyarakat, ikut memikirkan ekonomi ibu-ibu rumah tangga dan bagaimana cara meningkatkan pendapatan masyarakat itu sendiri.

Munculnya sosok perempuan di kancah dimensi politk, telah membawa kecenderungan baru dalam konteks masa kini. Perempuan ingin pemerintah memperlakukan kaumnya secara proporsional,  inilah yang sekarang ini berimplikasi pada terstimulusnya kaum perempuan bersaing dengan kaum laki-laki untuk menjadi wakilnya di parlemen.

Banyak sudah contoh yang dapat dijadikan pegangan bagi kaum hawa dalam keterwakilannya di parlemen, namun terkadang ada yang hanya duduk manis setelah mencapai dan meraih kursi wakil rakyat, tanpa lagi menghiraukan rakyatnya yang telah memilih saat Pemilihan Umum (Pemilu) Caleg.

Oleh sebab itu, perlu perhatian semua pihak untuk mencerdaskan bangsa tata cara ber-etika politik agar masyarakat tidak salah pilih sekaligus benar-benar keterwakilannya orang yang telah diwakilkan itu di parlemen. Dalam legika berpolitik sebenarnya, bebas siapa yang akan dipilih tetapi, dalam ilmu pendidikan yang dipilih harus orang yang mampu dan memiliki latar belakang pendiudikan yang memadai..

Rakyat  butuh wakilnya di parlemen  yang lebih baik dari sebelumnya, hal itu dikarenakan ketidakpuasan dengan apa yang sudah dipercayai di priode lalu. Untuk itu, tidak salah para perempuan tetaplah berjuang dalam berpolitik untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang kerap terabaikan.

Kehadiran perempuan diharapkan bisa memberi sentuhan kelembutan dalam politik, agar kehidupan politik jadi damai dan santun serta adem. Dengan munculnya  perempuan akan membuat kehidupan politik semakin bergairah dan penuh dinamika dalam kehidupan berdemokrasi.(*).

Perempuan Zaman Now Tidak Lagi Ragu Dalam Mensejahterakan Rakyat

Masih ada yang mengganggap perempuan lemah dalam kedudukan eksikutif dan legeslatif, alasannya tak lain yakni perempuan itu lantaran sikapnya yang cenderung terlalu agresif dalam menjalankan tugasnya. Sebenarnya, penilaian tersebut sudah jauh terbaung bahkan, hasil pekerjaan perempuan di “Zaman Now” tak kalah cepat dengan laki-laki dalam mensejahterakan rakyat.   

Calon Legeslatif anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, yang berjalan atas rel partai Demokrat Kota Sabang Ryani Mutia Rahman,SE, mengatakan kecenderungan perempuan untuk bersikap agresif dalam kedudukannya di DPRK, merupakan salah satu upaya untuk ikut serta memperjuangkan kaumnya untuk hidup sejahtera.

Sebenarnya, gaya kepemimpinan laki-laki sama seperti perempuan, yakni agresif. Namun, sikap agresif yang ditunjukkan oleh laki-laki cenderung dinilai lebih baik padahal, kiprah perempuan dalam memimpin sudah tak kalah dengan kaum laki-laki baik dilingkungan eksikutif maupun legeslatif..

Perempuan siap menantang segala yang berbau kepemimpinan, karena perempuan itu hari-hari bergelut dengan kepemimpinannya dalam rumah tangga. Keseharian perempuan mana pun bagi yang sudah berkeluarga adalah memimpin, dengan mendidik anak-anaknya mengerjakan tugasnya dengan baik agar, keluarga dan tetangga serta lingkungan sekalipun dapat merasakan hasil kerjanya.

Yang terpenting bagi perempuan itu adalah seorang pemimpin perempuan harus memiliki sikap pedulinya kepada orang-orang disekitarnya, harus lebih peka apa yang terjadi dilingkungannya, sehingga saat masyarakat sekitar mengalami kesulitan paling tidak dapat memberikan hal-hal yang memperingankan atau merasa terpedulikannya.

Yang lebih penting lagi, seorang pemimpin perempuan juga harus memiliki keahlian khusus dalam bidangnya, supaya masyarakat akan melihat atas kecerdasan perempuan dalam melayani dan mensejahterakan rakyat. Kalau modal hanya mampu mempengaruhi untuk memcapai hasrat hati, itu tidak akan mensejahterakan rakyat.

“Berpolitik bukan untuk mencapai hasrat hati tetapi harus memiliki keahlian dan bersikap profesional dalam melayani masyarakat. Dan perempuan mana yang kiranya dapat melakukan semua itu, untuk kehidupan rakyat yang maju dan sejahtera, itu sangatb tergantung kepada pilihan ,masyarakat”., ungkap Ryani Mutia Ramhan (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *