Aceh Besar Daerah Kaya Destinasi Wisata

Kapala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos, M.Si

Kabupaten Aceh Besar adalah salah satu daerah kabupaten di Provinsi Aceh. Kabupaten ini terbentang   sepanjang bibir pantai mulai dari taman TAHURA hingga Kaki Gunung Geurute. Lebih dari 165 kilometer lintas yang dilalui di atas tanah Kabupaten Aceh Besar untuk menuju dari arah timur Aceh ke barat Aceh.

Panorama alam yang memukau menjadi salah satu kekayaan bagi Kabupaten ini, tali pantai yang membentang mengundang para turis berbondong-bondong mengunjungi kabupaten penyangga Ibu Kota Provinsi Aceh ini.

Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Dari objek wisata yang dikembangkan tertampung ribuan tenaga kerja, terutama yang berprofesi pedagang. Ada berbagai jenis objek wisata yang terdapat di daerah ini, seperti objek wisata pantai laut, objek wisata alam, objek wisata situs sejarah dan objek wisata air, yang kini terus berkembang baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Akhir akhir ini kunjungan objek wisata mulai sedikit beralih dari objek wisata pantai beralih ke objek wisata alam. Sejumlah objek wisata alam menjadi incaran para turis baik lokal maupun asing.

Memang belum semua objek wisata alam yang sudah dapat dijangkau dengan mudah dan telah dilengkapi fasilitas publik, namun minat pengunjung tidak surut bahkan menjadi sebuah kebanggaan turis, jika sudah berhasil menggapai objek wisata alam dimaksud.

Salah satunya adalah objek wisata  alam yang banyak dikunjungi turis adalah air terjun 7 tingkat di Peu Cari Gampong Bueng, Kecamatan Kota Jantho Aceh Besar.  Objek wisata yang terletak di tengah hutan belantara kaki gunung Seulawah itu, menjadi tujuan kunjungan para turis selama ini.

Objek wisata, pemandian Wahana Impian Malaka, Taman Rusa, dan sejumlah wisata alam lainnya yang ada di Kabupaten Aceh Besar. Sejalan dengan meingkatnya peminat akan refresing dan tersedianya potensi wisata yang beragam di Aceh Besar, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus menggenjot pengembangan lokasi wisata dan melakukan berbagai terobosan terobosan baru, termasuk upaya menggait investor di dunia pariwisata.

Guna potensi dunia pariwisata yang ada mampu menjadi sumber ekonomi rakyat dan pendorong pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten yang terdiri dari 23 kecamatan ini. Sehingga dukungan dari segala elemen sangat diharapkan agar Aceh Besar mampu mejadi kota wisata kedepan. (***)

Pesona Peu Cari  Jadi Buruan Wisatawan

Pesona Air Terjun Peu Cari Gampong Bueng Kecamatan Kota Jantho Aceh Besar. Peu Cari merupakan salah satu wisata alam yang mulai diminati pengunjung akhir akhir ini.

Air terjun Peu Cari di Gampong Bueng Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, dalam beberapa tahun terkahir mulai jadi titik tujuan kunjungan penikmat wisata alam. Tidak terkecuali  para mahasiswa pecinta alam semata, tapi turis lokal dan asing tampak mengarahkan jalur wisatanya ke lokasi air terjun tersebut.

Untuk menuju lokasi Air terjun Peu Cari, Wisataan harus melintasi hutan belantara, selama 90 perjalanan kaki harus dilalui. Supaya tidak tersasar di pergunungan kaki Seulawah itu, para pengunjung wisata alam ini dianjurkan untuk menggunakan gaet (pemandu) dari Gampong setempat.

Hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 400-500 ribu kepada dua orang pemandu arah, dipastikan  para penikmat panorama alam akan dapat menikmati kenidahan air terjun tujuh tingkat dan panorama alam hutan tropis yang begitu indah.

Air terjun Peu Cari ini merupakan sebuah alur yang mengalir air yang cukup jenih  di dalamnya. Tingkatan yang terbentuk dari berbatuan menambah asyiknya para turis yang berhasil menjangkau lokasi tersebut.

Sepanjang alur tersebut terdapat puluhan kolam kolam kecil yang terletak di setiap tingkat yang ada. Sedikitnya ada 11 tingkatan yang terdapat kolam serupa dan dapat dilakukan pemandian di dalamnya.

Namun, tingkatan yang dapat dikatagori sebagai fase demi fase tingkatan terdapat tujuh tingkatan. Dimana pada tingkatan terendah terdapat sebuah kolam besar yang dapat menampung hingga 10 orang, selanjutnya pada tingkat kedua berupa kolam dengan air sedalam 50 centi meter, dan kolam kolam tersebut terus memenuhi tingkatan hingga ke tingkat ke 7.

Selain itu, alur yang masih diselimuti oleh pepohonan alam tropis itu, juga memberikan panorama yang luar biasa, baik disisi kerimbunan pepohonan maupun bentuk bentuk batu yang menghiasi tingkat demi tingkat dari alur tersebut.

Pokoknya, destinasi wisata alam air terjun Peu Cari ini,  merupakan satu satunya distinasi wisata alam yang indah, asri, unik dan paling menakjubkan dibandingkan destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Aceh Besar.

Para turis yang mengunjungi objek tersebut dituntut untuk berjuang keras melawan sungai sungai yang harus diarungi, sedikitnya ada 11 titip penyeberangan sungai yang harus dilalui untuk dapat menggapai titik objek wisata tersebut, sebab untuk menuju ke lokasi tersebut belum ada pembangunan sarana jalan.

Selama 90 menit waktu yang harus dihabiskan untuk menjelajah hutan belantara tersebut, mendaki dan menurun lumrah dari sebuah perjalanan ditengah hutan rimba, karena jalan yang ditempuh mengikuti jalan masyarakat setempat untuk berbagai aktifitas dilingkungan hutan perawan itu.

Meski demikian, semua rasa lelah dan capek yang disebabkan oleh beragamnya tantangan di jalan akan terobati oleh keindahan panorama yang dimiliki Peu Cari, dengan puluhan kolam renang mini yang tersedia di tingkat demi tingkat hingga ke tingkat tertinggi yaitu tingkat ke 7.

Kini keberadaan Destinasi Wisata Alam di tengah rimba itu, mulai menjadi perhatian publik, karena lokasi tersebut juga pernah dijadikan sebagai sebuah titik tujuan dari para Touring para Crosser  yang digelar tahun 2017 oleh Pemkab Aceh Besar.

Touring itu digelar dengan hadiah yang disediakan  panitita cukup fantastis. Peserta Touring dianggap gugur jika tidak mampu mencapai titik air terjun Peu cari tersebut.

Wisata alam kian hari terus diminati, terutama kalangan generasi muda pecinta Alam, apa lagi kondisi disekitar Air terjun Peu Cari, kondisi rimba masih sangat perawan dan tidak tersentuh perusakan manusia.

Pemerintah Aceh Besar dalam rangka mendukung optimalnya pemanfaatan sumber daya alam berupa panorama seperti destinasi wisata Peu Cari, telah mewacanakan untuk melakukan pembangunan infrastruktur, guna memberikan akses jangkauan yang lebih mudah kepada pengunjung.

Diharapkan dengan pemanfaatan sumberdaya alam jenis panorama keindahan alam ini, mampu memberikan berbagai edukasi terkait dengan kekayaan alam di Kabupaten Aceh Besar dan membuka peluang ekonomi masyarakat diberbagai sektor

Hingga saat ini sejumlah penikmat wisata terus memburu dan menyempatkan waktunya untuk mendatangi langsung lokasi wisata tersebut, sedangkan untuk mahasiswa pecinta lingkungan hidup atau alam, sudah menjadi tujuan wisata mingguannya.

Diperkirakan mencapai puluhan ribu turis lokal maupun asing  yang telah yang telah berhasil menerobos hutan belantara itu dan menikmati keindahan air terjun Peu Cari itu. bahkan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, sejak tahun 2018 lalu mulai memprioritaskan lokasi wisata itu sebagai destinasi  wisata alam yang akan dikembangkan kedepan. (***)

Target Rampungkan Dokumen RIPARDA  Tahun Ini

Air Mancur Ie Rah di Pantai Lange Gampong Lam Puuk Kecamatan Lhok Nga, distinasi ini baru diketahui publik sejak tahun 2014 dan kini terus menjadi incara tranveler untuk menghabiskan waktu liburnya di pantai tersebut.

Kabupaten Aceh Besar, termasuk sebagai salah satu daerah terkaya destinasi wisata di Aceh. Mengapa tidak berbagai destinasi wisata terdapat di Kabupaten tersebut, seperti destinasi wisata bahari (laut) /pantai, wisata alam, wisata moderen dan wisata sejarah hingga berbagai situs yang selama ini kerap menjadi tujuan kunjungan turis lokal maupun mancanegara.

Namun, sistem pengelolaan wisata di daerah ini belum termasuk tertib dan teratur, karena belum adanya aturan yang baku dan masterplan yang dapat dijadikan sebagai patron pengembangan dunia wisata secara optimal.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga setempat, pada tahun ini berencana untuk merampungkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah ( Riparda ).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar, Ridwan jamil, S.Sos, M.Si, mengungkapkan salah satu fokus dinasnya tahun ini merammpungkan Riparda dimaksud.

“Fokus kita tahun ini menyelesaikan dokumen Riparda dan Riparka Aceh Besar,” kata Ridwan Jamil.

Menurut mantan kepala BPBD Aceh Besar ini, dengan adanya Riparda atau Riparka tersebut maka, upaya pengembangan pariwisata di Aceh Besar akan lebih mudah dilaksanakan. Sedangkan saat ini pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dalam menunjang dunia pariwisata belum dapat digenjot secara kencang, mengingat belum adanya pedoman pasti dalam pelaksanaan pembangunan berbagai infrastruktur untuk dunia wisata dimaksud.

Selain untuk pedoman, lanjut Ridwan Jamil, Riparda atau Riparka juga salah satu syarat yang dibutuhkan untuk mengajukan pengalokasian pembangunan wisata dari sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pengajuan dana APBN untuk pengembangan Dunia Wisata dibutuhkan pedoman pasti, jika tidak maka tidak akan mendapat bagian sumber dana APBN,” terangnya.

Mantan Kepala Bagian Humas Sekdakab Aceh Besar periode 2007-2012 ini, mengakui jika sumber dana yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten maupun Provinsi Aceh (APBK dan APBA) selama ini belum mampu menjawab kebutuhan pengembangan destinasi wisata di Aceh Besar selama ini. Karena jumlah titik dan jenis destinasi wisata yang perlu dikembangkan cukup banyak.

“Bila hanya mengandalkan sumber dana APBK dan APBK maka tidak akan mampu dipacu dunia pariwisata kearah yang lebih maju, tapi harus didukung oleh sumber dana APBN,” demikian tutupnya. (****)

Destinasi Wisata Buka Lapangan Kerja Bagi Warga

Kehadiran destinasi Wisata di Aceh Besar memang sangat menguntungkan bagi daerah dan masyarakat. Meski dalam kondisi yang belum sempurna sebagaimana yang diharapkan dan layaknya sebagai salah satu sarana publik, namun masyarakat sudah dapat menikmati hasil dari dunia pariwisata.

Sebut saja  para pedagang (kuliner), ratusan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar yang bermukim di kawasan titik destinasi wisata, seperti di Gampong Ie Seu Um, Ladong, Lhoknga, Lam Puuk, Samahani, Lhoong dan sejumlah gampong lainnya yang saat ini terdapat destinasi wisata laut maupun alam, mulai memetik hasil. Hasil dimaksud merupakan untuk dari kegiatan penyediaan jasa kuliner berbagai rupa.

Kecuali, di jenis jasa kuliner, sejumlah kaum pemuda gampong setempat juga dapat terjun jada pengamanan, sehingga turut meraup rupiah meski hanya diposisi kerja tukang parkir.

Saat ini belum seluruh titik destinasi wisata yang sudah dikunjungi dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, tapi masih banyak yang dikelola gampong dengan didukung oleh masyarakat gampong setempat. Sehingga potensi PAD di Sektor Pariwisata belum begitu besar , tapi potensinya diperkirakan menjadi nomor dua setelah dana migas yang diperlolah pertahun selama ini.

Disisi lain, ada ribuan masyarakat di Aceh Besar saat ini menggantungkan hidupnya di dunia pariwisata, terutama di sepanjang pesisir Aceh Besar. Kuliner  menjadi salah satu produk yang mudah dijual masyarakat kepada para turis. Meski sistem jajanannya masih sebatas mengusung dan membuka lapak di kali lima disekitar lingkungan destinasi, namun sudah banyak masyarakat yang telah dapat mengantungkan hidupnya di sektor pariwisata.

Pemanfaatan destinasi wisata di Aceh Besar dieprkirakan baru berkembang sekitar 20-25 persen. Artinya masih ada 75 persen potensi destinasi wisata yang harus dikembangkan di Aceh Besar kedepan. Dengan potensi terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat  yang lebih luas dan pendapatan daerah ke arah yang lebih besar . (***)

Pesona Pantai Lange Tujuan Wisata Baru

Sebuah fenomena alam berupa air mancur yang disembur dibalik bebatuan pantai terdapat Pantai Lange Gampong  Lam Puuk Kecamatan Lhoknga KabupatAceh Besar. Pantai ini juga dikenal dengan nama pantai Ie Rah. Distinasi air mancur di bibir pantai itu baru diketahui publik sekitar tahun 2014 lalu, dan kini mulai banyak diincar pengunjung, turis lokal maupun manca negara.

Hidangan ikan bakar di Destinasi wisata Pantai Lam Puuk, menjadi target pengunjung. Penyediaan ikan bakar tersebut tersedia setiap hari.

Namun, belum semasyhur seperti destinasi pantai Lampuuk, Lhoknga, Pasir Putih di kecamatan Masjid Raya, akan tetapi Pantai Lange ini dipastikan bakan menjad sebuah lokasi wisata yang akan tumbuh dan berkembang dengan pesat, mengingat panorama laut yang terdapat disana sangat memukau dan indah.

Air mancur yang terus menyomprot ke langit mendukung daya tarik bagi traveler yang berhasil melangkahkan kaki ke lokasi tersebut.

Secara geografis Pantai Lange itu, terletak di gampong Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Sekitar 30 menit perjalanan berkendaraan dari Banda Aceh. Untuk menggapai lokasi tersebut, Traveler harus melewati Gampong Lampuuk dan melewati jalan gampong setempat, sekitar 15 menit perjalan dari pusat kecamatan Lhok Nga.  Sedikit harus menjelajah hutan pergunungan Lampuuk, dengan kemiringan pergunungan hingga 45  drajat namun tentu harus dengan ekstra hati hati dan dipastikan setiba di lokasi Pantai Lange akan memberikan rasa puas yang tiada taranya, disebabkan pemandangan pantai yang begitu indah dan eksotif akan mengobati segala rasa lelah sebelumnya dengan tuntas.(***)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *