Banjir Peudada dan Bireuen, Tanggul Irigasi Ambrol

Bireuen (MAC)- Banjir yang melanda Desa Alue Sijuek, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Jumat (7/12) pekan lalu, menyebabkan tanggul Waduk Paya Sikameh, ambrol.

Hancur berantakan, menyusul banjir yang melanda kawasan itu,  yang menyebabkan tanggul Paya Suikameh amrbrol. Jumat (7/12) pekan lalu.

Kepala Desa Alue Sijuek, Busra Akhib, kepada media ini, Sabtu (8/12), mengatakan menyusul banjir yang melanda desanya dan desa sekitarnya, menimbulkan banyak kerugian bagi warga desanya, terutama faslitas umum dengan ambruknya tanggul waduk Paya Sikameuh. Tentu saja, degan ambrolnya tanggul tersebut, warga Desa setempat kembali dilanda kecemasan, yang bakal terjadinya banjir lanjutan yang terus menghantui mereka.

Warga mengaku sangat cemas, pasca banjir yang melanda desa itu baru –baru ini. Apalagi dengan rusaknya tanggul tersebut tentu saja keresahan warga semakin menjadi-jadi.  Betapa tidak, jika banjir kembali terjadi  di desanya  tentu akan mengarah ke desanya, akibat rusaknya tanggul Waduk Paya Sikameh yang kebetulan berdekatan dengan Desa Alue Sijuek. “Kami berharap Pemkab bireuen, untuk segera mengantisipaisinya, selain menghindarkan rumah penduduk yang banjir terendam air karena terputusnya tangu sepanjang 40 Meter,” tutur salman, warga Setempat seraya mengatakan, banjir melanda Peudada, juga dialami Desa Tanjong Selamat, Pulo Ara dan beberapa desa lainnya ang umumnya puluhan rumah terendam banjir bercampur lumpur.

Salah seorang wara desa lainnya, M. Nur Nurdin atau yg sering disapa Kodam, sangat beharap atas kepedulian Pemerintah atas musibah banjir yang mendera Kecamatan Peudada.  “Dengan melihat langsung keadaan kami. bagi kami warga itu sudah lebih dari cukup yang setidaknya bapak sudah peduli pada warga yang lagi menimpa musibah. Sesuai dengan Moto bapak saat deklarasi sebagi Paslon Bupati-Wakil Bupati Bireuen ‘iklas dan tutas” dalam enyelesaikan masalah. saat ini warga di seluruh desa hanya berharap belas kasihan dari Bapak Bupati bireuen  selaku penguasa daerah kami,” ujar Kodam,dengan nada berharap.

Sementar itu, banjir yang melanda Desa Pulo Ara, Geudong-Teunguh, Kecamatan Kota Juang Breuen, Jumpat pekan lalu, mendapat simpati dan kepedulian dari Politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPRK Bireuen, Zulfikar Apayub, SE  yang melakukan kunjungan ke desa itu, Minggu (9/12). Kehadirannya itu untuk mendengar langsung keluhan masyarakat dari dampak banjir yang menimpa desa, paska banjir beberapa. Dampak dari banjir tersebut, terjadinya kerusakan besar di antaranya tanggul Irigasi yang mengakibatkan luapan air, turut membanjiri rumah rumah warga.

Sekdes desa setempat Mulyadi kepada media ini, mengaku akibat terjangan banjir yang terjadi desanya. Setidanya  30 teremdam banjir.Bahkan ada pemilik rumah yang harus mengungsi, ke tempat pangajian hingga sampai saat ini. Keadaan tu, diakui, Tgk Imum Gampong, yang mengatakan  akibat banjir yang melanda desa itu, banyak kerusakan yang terjadi di desa ini dan dia berharap kepada pemerintah setempat agar sudi melihat dan menangani kerusakan yang saat ini lagi dirasakan.

Ia menyebutkan, sangat berterima kasih atas kunjungan anggota DPRK Bireuen, Zulfikar Apayub yang datang langsung melihat keadaan warga. Ia berharap dari kunjungan tersebut, adanya titik temu dalam upaya penanganan,  apalalgi politisi Partai Demokrat iu, dalam kunjungan ke Desa Pulo Ara, turut di dampingi personil  Pengairan di Bireuen .

Zulfikar Apayub kepada media ini,  menyebutan akan segera menjumpai dinas dinas terkait untuk segera memperbaiki dampak kerusakan yang terjadi, sesuai harapan warga. “Semoga ini cepat ter’atasi, agar warga lebih nyaman menjalani hidup. Saya akan berusaha semampu saya, untuk meneruskan seperi apa  yang disampaikan warga melalui saya,’  tutur anggota dewan itu.(Maimun Mirdaz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *