Ketua BRA Lakukan Pertemuan Dengan Eks Kombatan GAM di Simeulue

Simeuluek (MAC) Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) M. Yunus, Sabtu 01 Desember 2018, melakukan pertemuan dengan para korban konflik eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Simeulue.

Menurut M. Yunus data merupakan acuan untuk bertindak dan mengambil kebijakan dalam hal membuat merumuskan program kesejahteran masyarakat korban konflik, korban konflik Eks Kombatan GAM.

M. Yunus menambahkan terkait BRA pusat terhadap program kerja menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di BRA Pusat. Dimana persoalan yang harus diselesaikan segera yakni mengenai Satpel BRA Kabupaten Simeulue yaitu masalah data Base Mantan Kombatan, Tapol/Napol dan korban Konflik.

Sementara data itu sendiri merupakan acuan untuk bertindak dan mengambil kebijakan untuk merumuskan program kesejahteran masyarakat korban konflik, baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang hingga selesainya program Reintegrasi Aceh sesuai dengan Perjanjian MoU Helsinki.

Maka, dalam waktu dekat akan dilakukan program-program yang telah direncanakan seperti menginput atau Sensus Data Base Mantan Kombatan, Tapol/Napol dan korban Konflik. Tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah kelompok yang dikategorikan sebagai kelompok BRA dan sejauh mana bantuan yang telah diberikan pemerintah sehingga bisa mengevaluasi kembali, agar pemberdayaan ekonomi tepat sasaran dan bermamfaat bagi penerima.

Persoalan Reintegrasi Aceh jika tanpa data yang akurat maka tidak bisa dilakukan program apapun dilingkungan BRA karena setiap anggaran yang diusulkan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah harus melengkapi data Valid dan akurat, bila data Base sudah terkumpul dengan valid dan akurat sehingga menjadi sebuah dokumen Negara, tidak bisa dipindahkan oleh siapapun yang duduk sebagai BRA kedepannya. Semua permohonan BRA akan terpenuhi hak-haknya walaupun tidak 100 persen.

Program berikutnya pemberian lahan kepada mantan kombatan sesuai perjanjian yang telah disepakati dalam MoU, pun begitu mengenai lahan merupakan wewenang Bupati, maka disinilah peran Satpel BRA Kabupaten untuk mengkoordinasi dan melobi Pemerintah Daerah.

Program selanjutnya yaitu diupayakan pemberdayaan ekonomi produktif dan kreatif kepada mantan Kombatan, tapol/napol dan korban konflik baik bantuan lewat BRA, Kementerian dan lembaga lainnya, dan program berikutnya tentang bantuan rumah kepada mantan kombatan, tapol/napol dan korban konflik, yang rumahnya terbakar dimasa konflik akan upayakan dibangun kembali oleh BRA pusat, Dinas PUPR, Kementerian terkait dan lembaga Iainnya.

Yang terakhir program bantuan administrasi seperti Buku Nikah Mantan kombatan, tapol/napol dan korban konflik akan diupayakan melalui Kementerian Agama yang selama ini menyulitkan proses administrasi bagi anak-anak mereka. Sehingga, anak korban kondlik yang mau melanjutkan pendidikan dan ibadah haji atau umroh karena mereka menikah pada saat konfiik, tentunya tidak memiliki buku nikah harus diterbitkan., jelas M Yunus.

Sementara menanggapi hal tersebut Bupati Simeulue Erly Hasyim, SH, S.Ag, M.I.Kom berharap, agar para tapol/napol yang ada di Kabupaten Simeulue jangan lagi ada yang bertindak seperti yang sudah-sudah, yakni tanpa melalui prosudur.

“Diantara butir-butir MoU Helsinki yang mengatur persoalan tapol/napol adalah, pemerintah akan melakukan upaya untuk membantu orang-orang yang terlibat dalam kegiatan guna memperlancar reintegrasi mereka ke dalam masyarakat” sebut Bupati.

Lebih lanjut disampaikan Pemerintahan Kabupaten Simeulue mengucapkan terima kasih pada pihak BRA Aceh yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Simeulue, melalui kelompok sejahtera, namun pihaknya membenarkan jika kendala yang dialami BRA sekarang adalah menyangkut dengan data pendukung BRA Aceh dalam program data yang valid., ujarnya.

Pertemuan dihadiri oleh, Wakil Bupati Simeulue, Ibu Hj. Afridawati Darmili, Dandim 0115 Simeulue Letkol Inf Marwan Danuarto, S.Sos, Danlanal Simeulue diwakili Kapolum Lanal Simeulue Letda Laut (K) Hasanudin, A.Mk, Kapolres Simeulue diwakili Kabagops Kompol Syahral Handani, Ketua DPRK Ibu.Murniati, S.E, Pengurus BRA Provinsi Aceh, Ketua MAA Kabupaten Simeulue Syamsuir Djam.(r).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *