Pijay Gleeh Dan Sepucuk Syair di Hari Sumpah Pemuda

Meureudue (MA)-Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke 91 Tahun 2019, Komunitas Pijay Gleeh mengadakan sebuah gebrakan peduli lingkungan, pekan lalu.

Seperti diketahui, Pijay Gleeh sebagai sebuah komunitas ikut andil dan peduli terhadap lingkungan membersihkan tumpukan sampah dan saluran air yang dapat menghambat dan juga dapat tercemarnya lingkungan yang bersih, asri dan indah dipandang mata.

“Lingkungan bersih merupakan awal hidup sehat walaupun demikian kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan pada masyarakat kita sangat kurang. Kebiasaan-kebiasaan serba asal masih terlalu melekat dalam kehidupan sehingga terabaikan,” kata aktifis Pijay Gleeh, Fitriani, S.Pd dalam rilis yang diterima MEDIA ACEH, Sabtu, 2 November 2019.

Sambungnya, kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja dan berbagai sarana umum lainnya. Selian itu, tambahnya, kebersihan juga salah satu tanda dan keadaan higienis.

“Kita sebagai manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan agar sehat,tidak menyebabkan kotoran dan bau yang tidak sedap.Tidak sulit bagi kita untuk menjaga kebersihan lingkungan yaitu dengan cara membuang sampah pada tempatnya,membersihkan selokan dan dapat mendaur ulang barang yang tidak terpakai,” ujarnya.

Lingkungan yang bersih menjadikan hidup lebih sehat, udara terasa sejuk, tempat tinggal menjadi bersih dan terhindar dari segala macam penyakit.

“Maka dari itu mari bersama-sama kita bangkit bergegas membersihkan lingkungan kita agar terlihat indah dan asri sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan ditanah persada khususnya Pidie Jaya tercinta,” demikian rilis Fitriani, S.Pd beserta sepucuk syair terkait budaya bersih. (Jalal)

Berikut syair Fitriani, S.Pd:

Pidie Jaya indah dan asri

Kupuisikan untukmu
Wahai negeri…
Agar engkau kokoh
Tegak berdiri

Di tepi sungai kupejam mata
Lelah tak tau harus berbuat apa

Tergeletak dihamparan bendungan dihiasi ribuan sampah yang tersebar
Hanya bisa terdiam
Hanya bisa merenung

Hembusan angin yang dulu sejuk
Kini samar kurasakan
Ingin kubelai…ku nikmati
Namun yang menerpa tak dapat kunikmati

Pidie jaya yang indah dan asri
Sejak engkau berdiri
Tidak seorangpun yang peduli

Kini engkau bersama kami
Menemukan jati diri
Agar engkau selalu dikenang setiap insani
Itulah keinginan kamu

Oleh : Fitriani, S.Pd
– Guru SDN 1 Trienggadeng Pidie Jaya
– Relawan Komunitas Pij4y Gleeh
– FAMe pidie jaya
– PRB Pidie jaya
– Pegiat literasi IGI Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *