Jembatan Ulee Raket Runtuh

Meulaboh (MA) -Jembatan Ulee Raket yang menghubungkan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen Kabupaten Aceh Barat, runtuh, Kamis, 31 Oktober 2019 sekitar Pukul 14.00 WIB.

Kejadian tersebut disebabkan oleh arus Sungai Krueng Meureubo yang sedang meluap dan mengikis abutment jembatan sehingga pilar tersebut rubuh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Detik detik runtuhnya jembatan tersebut sempat divideokan warga setempat.

Pasca kejadian, pejabat kabupaten langsung melakukan peninjauan. Pejabat tersebut antara lain, Plt. Kadis PUPR, Riflizar, SE, Kadis Perkim, Bukhari, ST, dan Kabid Jalan dan Jembatan, Samsul Rijal, ST.

Selain pejabat SKPK Pemkab Aceh Barat,  pimpinan DPRK setempat juga mengunjungi lokasi kejadian, seperti Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Ramli, SE dan Wakil Ketua II DPRK Aceh Barat, H. Kamarruddin.

Kunjungan pejabat teras itu turut didampingi Kapolsek Kaway XVI Ipda Yudha Prasatya dan Keuchik Gampong Sawang Teubee.

Saat ini pihak Polres Aceh Barat melalui Polsek Kaway XVI telah mengamankan TKP dan memasang Garis Polisi (Police Line) di bagian abutment (Kepala Jembatan) tersebut.

Jembatan tersebut sebelumnya sudah pernah rubuh di bagian kepala jembatan (abutment) pada Tanggal 13 November 2018 lalu,  namun masih dapat dilalui oleh masyarakat menggunakan kendaraan roda dua.

Debit air yang saat ini cenderung meningkat, dan banyaknya material sampah yang terbawa arus sungai mengakibatkan sampah tertahan dan menumpuk di pilar jembatan sehingga berpotensi rubuhnya seluruh pilar jembatan tersebut, dan luapan air akan mengakibatkan banjir di sekitar lokasi.

Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas melalui jembatan tersebut tidak dapat dilalui, selanjutnya arus lalu lintas menuju Kecamatan Pante cermen dapat melalui jalur alternatif jembatan gantung Gampong Kramat, jembatan gantung Gampong Tanjung dan Jembatan besi di Gampong Peureumeu Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat.

Pada saat pertama kali rubuhnya sebagian jembatan tersebut tanggal 12 November 2018 lalu, muncul 3 (tiga)  kali aksi unjuk rasa dari masyarakat yang mendesak pemerintah daerah Kabupaten Aceh Barat untuk segera membangun kembali jembatan tersebut. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *