Mantan GAM Menderita Lumpuh Harap Bantuan Serius Pemerintah Aceh

Banda Aceh (MA) – Murhaban Yunus alias Pawang yang sudah lama menderita lumpuh sebelah badan, tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, baik provinsi Aceh maupun kabupaten Aceh Timur, Ujar Anwar Pada MediaAceh.co.id Via Whaatsaap, kamis 31 Oktober 2019.

Murhaban Yunus alias Pawang yang hanya bisa mengharapkan uluran tangan pemerintah dan kawan kawan seperjuangannya.

Anwar alias Tgk Rabo mengatakan, setelah beberapa hari berita tentang si pawang saya publikasikan di beberapa media online, cetak dan tv, Bupati Aceh Timur melalui dinas sosial langsung menanggapinya, bahkan sipawang disuruh buka Rekening bank BRI, tapi hasilnya nihil, sampai hari ini belum ada uang seribu pun yang masuk kerekening si pawang, baik dari dinsos maupun dari Bupati Aceh Timur, mereka hanya bisa mengubral janji ucap Tgk Rabo kepada awak media.

Lebih lanjut Tgk Rabo mengatakan kepada MediaAceh, kepedihan yang di alami oleh kawan Seperjuangan, karena rasa iba dan pedulinya terhadap kawan seperjuangan, “saya membawa si pawang kemari untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak, dan sekarang lagi berobat jalan, kita sedang menunggu proses operasi yang dijadwalkan oleh dokter di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin pada 26 November 2019 mendatang” Ujar Teungku Rabo.

Lanjutnya, apalagi setelah saya mendengar informasi dari ketua LSM Acheh Future, yang mana si pawang ini telah dimasukkan dalam daftar jaminan sosial Aceh oleh Teungku Yunus yang sekarang menjabat sebagai ketua BRA Aceh.

Namun begitu sambungnya, setelah dia membawa Murhaban ke Banda Aceh, dia datang ke kantor BRA memberitahukan kepada Tgk Yunus kalau si pawang sudah dia bawa ke Banda Aceh.

“Sekarang dia di rumah saya, mohon kiranya Tgk dapat membantu meringankan beban beliau, ooooo iya akan kita bantu, “waktu gajian karyawan di kantor BRA ini, kami akan patungan untuk membantu” ucap Tgk Rabo menirukan Tgk Yunus”.

“Bukan uang gaji karyawan yang saya minta, saya Minta Uang kombatan GAM” Jawab Teungku Rabo, “uang yang di alokasikan khusus untuk kami, dimana uang tersebut, kami tidak meminta uang anda, apalagi kondisi si Pawang seperti sekarang, kiranya anda dapat membantu sipawang, tolong pikirkan nasib para pejuang yang berkorban demi bangsa dan agama”, ucap Tgk Rabo dengan nada geram.

“Bahkan saya membawa si pawang langsung ke kantor BRA, sampai di kantor BRA, mereka meminta lagi foto kopy kartu tanda penduduk(KTP) si pawang, saya kasih lagi, tapi bantuannya nihil” ujar Tengku Rabo.

Murhaban alias Pawang sempat mengatakan, waktu kami mau pulang, “Teungku Ramli ngasih uang dua ratus ribu rupiah, saya tetap bersyukur walaupun sedikit uang yang di berikan” ucap Pawang.

Lebih lanjut Pawang mengatakan, “bayangkanlah, sudah 14 tahun Aceh damai, saya menderita penyakit Lumpuh seperti ini, juga hampir seumuran damai Aceh, penyebab sakit saya ini juga terkena tembakan dalam peperangan masa konflik Aceh, tapi sampai hari ini belum ada tanda tanda keseriusan pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan kepada para kombatan GAM sedikitpun”, ujar Pawang.

Ketua LSM Acheh Future, Razali Yusuf juga berkomentar, ia menegaskan bahwa “tugas BRA mendata dan menferikasi/memvalidasi data korban konflik, bukan untuk duduk dikantor memakan gaji buta,
Sekian banyak dana dikucurkan oleh Pemerintah, tapi masih banyak korban konflik yang belum tersentuh bantuan”, Ucap Razali.

Ketua LSM Acheh Future juga mendesak Pemerintah untuk segera mengaudit dana yang telah di kelola oleh BRA, dikemanakan uang negara yang diperuntukkan bagi korban konflik dan para kombatan, sehingga para kombatan tidak mendapatkannya”, tutup Razali Yusuf.

Reporter : Zul Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *