Kepala Puksesmas Jeumpa: Pencegahan Stunting Bukan Sejak Bayi Lahir

Bireuen (MA)– Kepala Puksesmas Jeumpa, Nana Dhiana, SKM menjadi pemateri Sosialisasi Pencegahan Stunting yang dilaksanakan di Meunasah Gampong Cot Meugoe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Minggu (27/10), yang event tersebut dihadari para kader kesehatan gampong dari desa setempat.

Menurutnya Nana Dhiana, SKM di hadapan para kader kesehatan mengungkapkan sebagian masyarakat belum memahami istilah Stunting, yang sebenarnya diakibatkan kurangnya gizi kronis, baik dari ibu dan anak saat dalam kandungan.

“Padahal pencegahan stunting dimulai dari kandungan, bukan sejak bayi lahir. Jika asupan zizi anak kurang,apalagi sejak dalam kandungan hingga seterusnya, bukan tidak mungkin anak mengalami stunting,” ujar Nana Dhiana yang berkesempatan memberikan hadiah jika para ibu bayi, ibu hamil, dan WUS bisa menjawab pertanyaan tentang apa yang dimaksudkan dengan stunting, yang dijawab dengan baik oleh seorang ibu hamil.

Ditambahkan, Stanting juga berpengaruh juga pada perkembangan otak si anak yang menyebabkan kemampuan mental dan belajarnya yang kurang serta prestasi sekolah yang buruk.

“Salah satu dampak stunting dapat dilihat dari tinggi dan berat badan anak, jauh di bawah rata-rata anak seusianya,” ujar Nana Dhiana dalam pemaparan meteri yang berlangsung akrab dan meriah di desa pegunungan itu.

Dalam kesempatan tersebut Geucheik Gampong Cot Meugoe, Murtala Ismail mengakui permasalahan yang dihadapi di desanya terutama menyangkut kesehatan, yang dirasakan, perlu perbaikan segera. Untuk itu pada tahun 2020, para kader kesehatan dan bides agar bisa mengajukan usulan tentang kebutuhan mendasar menyangkut perbaikan gizi anak-anak.desanya. Untuk tahun ini Desa Cot Meugoe hanya bisa mengalokasikan dana sebesar Rp 10 juta untuk stunting, yang tentu saja dana sebesar itu, tidak mencukupi.

“Maka, tahun 2020 akan kita anggarkan dana lebih besar lagi untuk pencegahan stunting dan bidang kesehatan lainnya. Saya berharap sangat para kader serta Bidan Desa, bisa berembuk dalam mengusulkan dana bidang kesehatan” harapnya.

Turut menyampaikan harapannya dalam kesempatan tersebut, Sekcam Jeumpa,. Chaidir Abed yang memuji desa-desa dalam wilayahnya yang ternyata tidak mengabaikan salah satu program pemerintah. Chaidir Abeut menyebutkan sosialisasi pencegahan stunting, sudah dilaksanakan di hampir seluruh desa dalam Kecamatan Jeumpa, seperti yang dilaksanakan di Gampong Cot Meugoe. Dalam sosialisasi Pencegahan stunting di Desa Cot Meugoe, melibatkan Tenaga Pendamping Desa Rahmad Hidayat yang turut andil pula, Bidan Desa, Salyani, Amd. Keb, Sekdes Cot Meugoe, Rusli serta Pendamping Lokal M Ali yang bersinergi mensukseskan acara tersebut. Acara diakhiri dengan penyerahan paket sehat, Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, bayi dan Wanita Usia Subur (WUS) yang mendapatkan paket berisi susu, biscuit, sabun, pampers, handuk, bedak dan minyak kayu putih yang dana pengadaan barang tersebut berasal dari APBG Cot Meugoe tahun 2019.(Maimun Mirdaz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *