Ronny : Tutup Semua Pom Bensin Nakal di Aceh !

Banda Aceh (MA) – Pegiat Sosial, Ronny Hariyanto, mendesak pihak PT.Pertamina, segera melakukan sidak dan menutup sejumlah pom bensin di Aceh, jika ditemukan bukti – bukti kuat melakukan penyimpangan seperti penjualan BBM bersubsidi kepada yang tidak berhak. Kecaman itu disampaikan Ronny, juga berkaitan dengan fenomena langkanya BBM beberapa hari terakhir, menyebabkan antrian panjang di sejumlah pom bensin dan mogoknya aktivitas nelayan akibat kurangnya pasokan BBM di daerah kaya migas tersebut.

” Tutup pom bensinnya jika ditemukan penyimpangan, sebab itu adalah kejahatan sosial perampasan hak rakyat, khususnya BBM bersubsidi,” kecam Ronny, Sabtu 12 Oktober 2019.

Ronny mendesak pihak pertamina dan aparat hukum mengawasi lebih ketat lagi distribusi dan penggunaan BBM di wilayah tersebut.

” Pihak pertamina harus lebih ketat lagi mengawasinya, itu kan ada petugas pengawas di setiap pom bensin, sudah benar belum kerjanya, jika ada yang menyimpang jangan segan – segan menindaknya, termasuk jika ada backingannya,” cetus putera Idi Rayeuk tersebut.

Dia sangat menyayangkan tidak adanya antisipasi pihak terkait, sehingga menyebabkan langkanya BBM yang berakibat fatal bagi kebutuhan masyarakat, khususnya nelayan di Aceh Timur,

” Coba lihat itu nelayan di Idi sampai tidak melaut berhari – hari, mau makan apa keluarga mereka, di pom bensin juga antrian panjang seperti mau beli tiket konser, katanya pasokan BBM stabil, ada apa ini sebenarnya,”ungkap Ronny sambil menimpali seharusnya kebutuhan nelayan Kuala Idi sebagai salah satu pusat ekonomi Aceh Timur mendapatkan perhatian lebih serius dan ekstra.

Ronny mengajak semua pihak mengawasi secara ketat bersama – sama terkait distribusi dan penggunaan BBM di Aceh, terutama mengawasi adanya dugaan penyimpangan BBM secara besar – besaran demi keuntungan yang lebih banyak.

” Kita ajak semua elemen masyarakat mengawasi dan melaporkan jika ditemukan penyimpangan. Wartawan, aktivis, ormas dan masyarakat lainnya harus terlibat mengawasi ini, jangan segan – segan memprotes atau melaporkannya bila ada kejahatan di sana, meski siapapun backingannya, dan bila perlu kita lawan dengan gelaran aksi protes di pom bensin tersebut nanti,,” ketus eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut menutup keterangannya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *