PT. Medco Didesak Berikan Modal Usaha Rp.10 Juta ke Seribu Warga Pengangguran

Kota Idi (MA) – Perusahaan gas di Aceh Timur, PT. MedcoEnergi, Didesak memberikan bantuan modal usaha bagi seribu warga atau pemuda dan pemudi yang belum memiliki pekerjaan tetap atau usaha di Aceh Timur. Hal itu dikatakan Ronny, demi mendorong terbebasnya masyarakat dari kemiskinan dan pengangguran di Aceh Timur, juga meringankan beban PT.Medco menghadapi tuntutan penerimaan karyawan yang dilaporkan sangat terbatas.

“Kita usul PT. Medco nantinya berikan bantuan modal usaha sebesar Rp.10 juta per orang setiap tahun bagi seribu orang yang menganggur, sekaligus dampingan pembinaan usaha, jadi tidak harus berdesak – desakan dan berebut mesti kerja di Medco, ” kata Ronny, Senin, 7 Oktober 2019.

Ronny mengaku hal itu masih sebatas usul demi meringankan beban daerah dalam hal mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

“Saya pikir ide sederhana ini bisa lumayan membantu meringankan beban daerah untuk mengurangi pengangguran, biar tidak selalu berpikir dan terlalu berebut mesti kerja di Medco, yang akhirya menimbulkan konflik akibat kecemburan sosial,” ujar putera Idi Rayeuk itu.

Dia sangat yakin PT. Medco, mampu dan bersedia menerima usulan tersebut, yang diyakini juga merupakan bagian dari visi perusahaan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kita yakin Medco mampu, masak gak ada uang Medco Rp.10 miliar? triliunan nanti yang bakal dibawa terbang ke jakarta, tapi kalau Pemkab ada duit juga tidak apa – apa dari pemerintah bersama medco, yang penting tujuannya sampai, ” tegas mantan Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Sumatera Barat itu.

Dia mengaku sangat optimis, hal tersebut mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan sentimen positif di Aceh Timur.

“Jadi seribu warga itu diberi modal, terserah dia mau buka usaha apa dengan modal segitu, misalkan mau buka usaha bengkel, mau jual kue, kuliner, pulsa atau paket internet, jus dan lain- lain apalah suka – suka warga, lalu bayangkan ada seribu usaha kreatif baru yang bisa berjejer dari pinggir jalan idi ke Simpang Ulim atau sampai Peurelak, berapa banyak itu kalau dijejerkan,” papar Ronny.

Dia menambahkan, jika terwujud nantinya pemberian modal usaha itu harus disertai pembinaan secara ketat, agar tidak gagal atau diselewengkan

“Harus ada pembinaan ketat, lembaga dan petugas khusus untuk itu, jangan sampai nanti dikasih modal, tahu – tahunya dipakai dan dihabiskan buat beli HP, Tv, fashion atau buat gaya – gaya, kalau ada begitu, bisa disanksi dengan wajib mengembalikan seluruh modal segera,” terangnya.

Menurutnya, anggaran sepuluh miliar untuk membina usaha seribu warga atau ibu – ibu dan pemuda, bukanlah beban berat bagi perusahaan gas tersebut. Karena dia juga mengingatkan PT.Medco akan kewajiban dana sosialnya.

“Sepuluh miliar setahun itu mana berat bagi PT.Medco, dibanding hasil kekayaan alam yang juga merupakan hak setiap warga Aceh Timur, yang dikelola perusahaan tersebut. Nanti kan triliunan yang bakal dibawa terbang Medco ke Jakarta, jadi kecil lah segitu untuk mengatasi kemiskinan di Aceh Timur, ” tegas eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.

Ronny mengaku, usulnya itu masih sebatas wacana yang nantinya akan diperjuangkan oleh pihaknya sampai tuntas. Dia berharap pihak ekskutif dan legislatif bisa menyambut gagasan tersebut dan mempertimbangkannya untuk diperjuangkan bersama hingga terwujud.

“Kami akan perjuangkan dan kawal tuntas ini agar medco mengeluarkan dan Rp.10 miliar setiap tahun untuk setiap seribu orang lainnya yang berhak, kita berharap Bupati dan DPRK bisa menyambut ini dan memperjuangkan serta mengkomunikasikannya ke pihak perusahaan hingga terwujud, bila perlu menekan, demikian juga media wajib memberitakan, dan tentunya wajib diperjuangkan pemerintah, karena ini salah satu celah meringankan beban pemerintah, dan jangan sampai ada dugaan bahwa hasil gas di sana hanya dinikmati segelintir orang, ” ketus Ronny menutup keterangannya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *