Pegiat Sosial Desak Bupati Tindak Tegas Pangkalan Gas Nakal

Kota idi (MA) – Pegiat sosial, Ronny Hariyanto, mendukung penuh sikap tegas Bupati Aceh Timur, H.Hasballah M. Thaib, yang akhirnya bereaksi keras dan mengancam akan menindak tegas pangkalan gas elpiji nakal di Aceh Timur.

Karut – marut persoalan gas elpiji bersubsidi, telah begitu lama meresahkan warga Aceh Timur, yang merasa dicekik harga selangit dan langkanya stok elpiji 3 kg.

“Alhamdulillah kalau bupati sudah turun tangan, itu kabar gembira dan sudah sangat lama ditunggu rakyat, sebab selama ini nyaris tak ada yang peduli, jadi tinggal ditunggu aksinya, semoga bisa tuntas,” kata Ronny kepada MediaAceh.co.id, Senin (26/8/2019).

Menurut Ronny, pernyataan Bupati Rocky
yang mengancam akan menindak tegas bahkan menutup pangkalan gas yang melanggar ketentuan merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan masyarakat Aceh Timur.

” Masyarakat sudah lama menunggu kepedulian pemerintah, karena mereka sudah sangat sengsara dan nyaris tak tahan lagi,” cetus putera Idi Rayeuk tersebut.

Dia menyakini, Bupati Rocky mampu mengatasi peliknya persoalan gas bagi rakyat miskin itu.

” Mampulah, yakin saya itu, kalau Bang Rocky sudah turun tangan apa sih yang nggak beres, ” tandasnya.

Senada dengan pernyataan sang bupati, Ronny menganggap semua langkah yang akan dilakukan pemerintah sudah tepat dan diyakini mampu melerai polemik gas bersubsi di daerah tersebut.

” Ya, saya yakin pemerintah lebih paham apa yang harus dilakukan, misalkan melarang pangkalan menjual ke pengecer, ke dunia usaha, melarang warga mengambil lebih dari satu di luar kebutuhannya, hingga menindak penimbunan, kita yakin bila itu ditindak tegas, bakal berhasil menekan konflik, dan akhirnya kebutuhan warga yang berhak akan terpenuhi,” ungkap aktivis berdarah Aceh – Minang itu.

Namun dia juga berharap, Pemerintah Aceh Timur,, memikirkan solusi kebutuhan gas bagi dunia usaha yang semakin tumbuh pesat di Aceh Timur.

” Pemerintah jangan asal libas soal gas ini, dunia usaha jangan dimusuhi, karena mereka roda penggerak ekonomi, maksudnya itu nanti kan dunia usaha seperti kafe, hotel dan lainnya gak boleh lagi pakai yang tabung 3 Kg bersubsidi, jadi kita harap pemerintah memikirkan kebutuhan dunia usaha yang bergantung dengan pemakaian gas, baik ketersediaan stock maupun harganya, serta melakukan pembinaan secara khusus dan intensif,” ujar eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Aceh tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib, SH, kembali mengingatkan para agen dan pangkalan untuk tidak memperjualbelikan gas LPG 3 Kg bersubsidi kepada hotel, restoran, usaha kafe, dan Aparatur Sipil (ASN) serta masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas.

Bahkan, pihak agen dan pangkalan harus menjual LPG 3 Kg bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Gas LPG 3 Kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi Rumah Tangga (RT) tertentu atau masyarakat miskin dan usaha mikro lainnya,” ujar Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, SH, dalam siaran pers yang dikeluarkan Bagian Humas dan Protokoler Sekdakab Aceh Timur itu.

“Bila pengkalan LPG 3 Kg tidak mematuhi himbauan tersebut, Pemkab Aceh Timur akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” tegas Rocky.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *