Aktivis HAM: Prajurit TNI Butuh Perhatian Presiden

Jakarta (MA)-Aktivis Hak Azasi Manusia (HAM), Natalius Pigai berharap Presiden RI saat ini, Joko Widodo untuk lebih peduli kepada prajurit TNI yang sedang bertugas di lapangan bukan hanya sibuk mengejar kekuasaan.

“Bapak jangan hanya mengejar ambisi jabatan di singgasana kekuasaan. Anda belum paham betul tentang kondisi bangsa ini sesunguhnya. Kenyataannya anda sudah lakukan kebijakan yang destruktif dan mengancam eksistensi bangsa,” harap Natalius Pigai, Sabtu, 23 Maret 2019.

Perhatian kepada anggota TNI di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Papua, sebut Pigai mutlak diperlukan. Apalagi, ujarnya, kebijakan operasi keamanan yang diterapkan ternyata ada anggota yang menderita sakit di hutan belantara Papua. “Sebagai pembela kemanusiaan saya merasa kasihan atas semua penderitaan ini,” kritiknya.

Berbagai kebijakan Jokowi di Papua itu dinilainya sangat membahayakan ancaman keselamatan bagi rakyat kecil tidak berdosa di Papua. Bahkan rasa nasionaliame rakyat Papua sudah dititik nadir selama kepemimpinan Jokowi sejak 2014-2017.

“Karena berbagai pelanggaran HAM dan hukum baik terhadap rakyat Papua maupun juga non Papua terus terjadi,” kata Pigai.

Atas nama Kemanusiaan, Natalius Pigai mengharapkan supaya Presiden Joko Widodo bersedia menarik prajurit TNI dari Papua.

“Saya meminta saudara Presiden Joko Widodo agar menarik mundur semua pasukan TNI dan Polri yang menjalankan operasi di Papua dan untuk selanjutnya menjalankan langkah-langkah konstruktif, komprehensif dan persuasif melalui dialog yang bermatabat.,” pungkas Natalius Pigai, Komisioner Komnas HAM 2012-2017 ini. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *