Ketua Perwakilan YARA Aceh Barat Minta Pemkab Usut Tuntas Dugaan Pungli di Pelabuhan

Meulaboh (MAC)- Ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Hamdani, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, segera mengusut tuntas dugaan adanya pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Pelabuhan Kuala Bubon Sama Tiga Aceh Barat.

“Dari mana uang tersebut dan alasan apa uang tersebut di minta sebagai biaya tambahan. Jika mekanismenya tidak sesuai dengan tiket atau karcis yang sudah dikeluarkan, silahkan disikat, ini pungli,” kata Hamdani, dalam siaran persnya yang ditetima media mediaaceh.com, Sabtu 22 Desember 2018.

Selain itu, Hamdani juga meminta pemerintah daerah setempat turun tangan. Begitu juga dengan pihak Kepolisian Aceh Barat, dapat segera mengusut hal tersebut di lapangan. Apakah benar ada indikasi pungli atau apa yang sudah dilakukan pihak pelabuhan sudah sesuai. “Jika benar adanya pelanggaran dari restribusi tersebut, silahkan disikat,” tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan, adanya dugaan pungutan liar dari petugas. Untuk diketahui, karcis tanda masuk kendaraan tertera harga Rp. 2000 setiap kendaraan yang masuk ke area parkir pelabuhan, akan tetapi petugas menambahkan harga Rp. 3000 untuk kendaraan yang hendak menyeberang.

Hal itu terungkap dari AS (30 tahun) salah satu warga yang juga wartawan salah satu media online nasional, yang mengaku menjadi korban dari tindakan tersebut pada saat dirinya hendak menyeberang ke Kabupaten Simeulue

“Jangan dibiarkan. Jika ini memang benar adanya, ya harus segera di tindak. Sekecil apapun jika terbukti adanya pelanggaran jangan dibiarkan. Bukan besaran uangnya, tetapi perbuatan yang dilakukan sudah tidak sesuai,” ungkap Ketua Perwakilan YARA Aceh Barat.

“Kita mendesak pihak terkait yg mengeluarkan karcis, untuk mengkaji kembali apa yang sudah terjadi di lapangan. Apakah ini sudah sesuai dengan Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 02 Tahun 2017 tentang Retribusi Pelayanan di Pelabuhan Kuala Bubon,” tutup Hamdani, sembari mengharapkan adanya tindakan atau penyelesaian terhadap hal tersebut. (Ahmad Fadil)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *